KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang masih terus menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kemarau.
Diketahui, sejak Agustus sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang masih mengalami sulit air. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga September.
Direktur Utama (Dirut) Perumdam TKR, Sofyan Sapar mengatakan, sebanyak 5 unit mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter air sejak Senin 7 September 2026 hilir mudik mendistribusikan air ke wilayah Tigaraksa, Teluknaga, Mauk, Kresek, Kronjo dan Serpong Kota Tangsel.
Bantuan bahkan menjangkau wilayah Curug dan Pakuhaji, meski lokasi tersebut bukan wilayah cakupan layanan Perumdam TKR.
“Semua langkah ini kami lakukan semata-mata demi merespon kesulitan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap terjaga ditengah kemarau yang belum usai,” ujar Sofyan, Rabu 9 September 2026.
Sofyan menungkapkan, selagi sumber air baku yang biasa digunakan Perumdam TKR belum mencukupi, maka penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki akan terus dilakukan.
Diketahui, penurunan debit air terjadi pada sejumlah sungai yang menjadi sumber air baku diantaranya Sungai Cisadane, Cidurian, dan Cimanceuri.
“Meski menghadapi keterbatasan akibat faktor alam, kami tetap berupaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki. Ini merupakan langkaj alternatif deitengah minimnya ketersedian air baku akibat kemarau,” tegas Sofyan.
Sofyan mengatakan, pihaknya akan tetap fokus memaksimalkan produksi air bersih ditengah kemarau. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh wilayah terdampak kemarau tetap menerima suplai air bersih.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dan di sebagian wilayah berlanjut hingga September 2026.
Kondisi tersebut sejalan dengan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG Dasarian I September 2026 yang menempatkan Kabupaten Tangerang dalam kategori “Awas” kekeringan meteorologis.
“Kami akan terus memantau kondisi sumber air baku dan mengoptimalkan langkah penanganan di lapangan. Selama kondisi kekeringan berlangsung, armada tangki air bersih akan tetap disiagakan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan akses air bersih bagi masyarakat,” tutup Sofyan.
Editor: Bayu Mulyana

