SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten menemukan luka memar dan luka lecet pada mayat tanpa identitas yang ditemukan di irigasi Kampung Sukaluyu, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa, 8 September 2026 pagi.
Kendati ditemukan luka memar dan lecet, penyebab kematian korban belum dapat disimpulkan karena tidak dilakukan autopsi.
“Didapatkan luka lecet dan memar pada beberapa bagian tubuh. Gak diautopsi, gak tahu penyebabnya (kematian korban-red),” ujar dokter forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan masih dalam kondisi hidup saat tercebur ke irigasi. Kematian korban diperkirakan terjadi lebih dari 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.
“Pada saat di air korban masih hidup, perkiraan waktu kematian lebih dari 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan,” kata Donald.
Mayat Ditemukan Remaja Saat Hendak Buang Sampah
Mayat dengan tinggi sekitar 165 sentimeter tersebut sebelumnya ditemukan Ari Supian Suwri (12), sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, remaja asal Kampung Margaluyu, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, tersebut melihat jasad korban tersangkut di rerumputan saluran irigasi.
“Mayat tersebut ditemukan tadi pagi sekira pukul 08.00 WIB oleh remaja yang hendak membuang sampah di irigasi,” ujar Kapolsek Kasemen Iptu Ahmad Nasihin.
Ari yang panik kemudian berteriak. Teriakannya terdengar Iwan Hadi (40) yang kebetulan berada di dekat lokasi.
Penemuan mayat tersebut selanjutnya dilaporkan Iwan Hadi kepada petugas Polsek Kasemen.
“Dari informasi yang dilaporkan warga, kami dari Polsek Kasemen berkoordinasi dengan Polresta Serang Kota dan RS Bhayangkara untuk melakukan evakuasi terhadap jasad korban di lokasi,” kata Nasihin.
Jasad korban kini berada di RS Bhayangkara Polda Banten. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” tuturnya.
Reporter: Fahmi – Editor: Aas Arbi
