• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Berita yang Tidak Lagi Kami Tunggu

Mashudi by Mashudi
Kamis, 10 September 2026 07:24
in Catatan Sekam
0
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Ini hari keempat. Sejak 7 September, lima wartawan yang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau belum memberi kabar.

 Mereka adalah M. Bagus Khairunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donal, jurnalis lepas. 

Lima nama. Lima orang yang berangkat membawa kamera, alat perekam, telepon genggam, mungkin juga beberapa potong pakaian. Tetapi yang paling banyak mereka bawa barangkali adalah semangat. Selain mereka, ada nahkoda, ABK, dan pemandu. Total delapan orang.

 Saya pernah menjalani pekerjaan seperti mereka. Saya tahu sedikit tentang perasaan seorang wartawan ketika memperoleh informasi eksklusif.

Rasanya seperti seorang kolektor mendengar kabar bahwa barang yang selama ini dicari akhirnya ditemukan. Belum melihat bendanya saja sudah senang. Energi mendadak berlipat. Ingin segera berangkat, melihat dengan mata sen­diri, memeriksa kebenarannya, lalu membawanya pulang.

 Bagi wartawan, barang langka itu adalah berita eksklusif. Apalagi yang akan diliput adalah Anak Krakatau. Akti­vitasnya mungkin tidak sebesar letusan gunung lain. Namun, dampaknya dapat menyentuh pusat-pusat kehidupan dan mobilitas masyarakat, termasuk jalur penerbangan menuju bandara tersibuk di negeri ini. 

Ada peristiwa besar di sana. Ada cerita yang harus disampaikan kepada publik. Saya bisa membayangkan semangat lima wartawan itu ketika berangkat. Me­reka mungkin sudah menyusun ren­cana pengambilan gambar, menentukan sudut video, membayangkan pertanyaan, dan memikirkan cara tercepat mengi­rimkan hasil liputan.  

HILANG: Kelima jurnalis sesaat sebelum berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Senin (7/9).

Dalam foto dan video sebelum kebe­rangk­atan, wajah mereka tampak ceria. Begitulah wartawan ketika mencium berita bagus. Rasa lelah sering datang belakangan. Jam kerja tidak lagi dihitung. Malam, dini hari, hujan, panas, jalan rusak, laut bergelombang, hutan, gunung, semuanya dijalani. Bukan karena war­tawan mengabaikan keselamatan. Bukan pula karena mereka tidak memahami bahaya. Ada dorongan kuat untuk men­jadi mata dan telinga bagi orang-orang yang tidak berada di lokasi. Ada kepuasan ketika tulisan dibaca, suara didengar, foto dilihat, dan video ditonton masya­rakat. Kebahagiaan semacam itu sulit dihitung dengan angka. Hanya orang yang pernah menjalaninya yang benar-benar memahami rasanya. Tetapi mereka tetap berangkat.

Saya juga pernah mengikuti pelatihan peliputan bencana alam, kecelakaan industri, kerusuhan, konflik antar­ke­lompok, dan demonstrasi. Kami diajarkan me­ngambil posisi, membaca situasi, menyiapkan perbekalan, mendekati narasumber, serta mengenali batas an­tara keberanian dan keselamatan. Sebab wartawan memang harus mendekati peristiwa. Namun, ia juga harus pulang untuk menceritakannya.

Sampai sekarang kita belum mengetahui apa yang terjadi kepada lima wartawan itu. Kita belum tahu apakah mereka me­ngalami kendala dalam perjalanan atau menghadapi sesuatu ketika men­dekati kawasan Anak Krakatau. 

Kita hanya tahu pemerintah telah menetapkan batas aman tiga kilometer. Kita juga percaya para wartawan dan nakhoda memahami laut, gunung api, serta risiko perjalanan yang mereka tempuh. Kini setiap jam terasa panjang bagi keluarga mereka. Telepon genggam menjadi benda yang paling sering dipan­dang. Setiap kabar ditunggu. Setiap suara di depan rumah menyalakan ha­rapan.

Semula lima wartawan itu berangkat untuk membawa pulang berita eksklusif. Sekarang, berita eksklusif itu tidak lagi pen­ting. Kita tidak sedang menunggu foto letusan. Tidak menunggu rekaman Anak Krakatau. Tidak pula menunggu cerita tentang perjalanan menembus laut demi sebuah liputan. 

Kita hanya menunggu mereka. Menung­gu lima wartawan itu kembali, memeluk keluarga, masuk kantor lagi, bercanda dengan teman-temannya, lalu duduk minum kopi bersama komunitas war­tawan. 

Kelak, biarlah mereka sendiri yang menceritakan perjalanannya. 

Untuk hari ini, berita terbaik yang ingin kita dengar hanya satu: Mereka ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jurnalis Cilegon Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Next Post

Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Next Post
Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bufferstock bencana Cilegon

Antisipasi Potensi Kebencanaan, Dinsos Cilegon Siapkan 1.000 Bufferstock

by Adam Fadillah
Kamis, 10 September 2026 16:10
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon menambah persediaan bufferstock sebanyak 1.000 paket untuk mengantisipasi potensi kebencanaan termasuk erupsi...

Retribusi TKA Cilegon

Retribusi TKA Cilegon Capai Rp6,2 Miliar, Disnaker Kejar Target Rp10 Miliar

by Adam Fadillah
Kamis, 10 September 2026 16:06
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Retribusi penggunaan tenaga kerja asing (TKA) di Kota Cilegon hingga September 2026 telah mencapai Rp6,2 miliar. Dinas...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.