KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menargetkan penggalangan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penggalangan dana dilakukan secara sukarela dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang. Donasi dihimpun bersamaan dengan pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN pada September 2026.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang Muhammad Hidayat mengatakan jumlah donasi dari ASN diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
“Alhamdulillah, kita sudah mulai pembayaran gaji dan TPP bulan ini. Sumbangan sukarela para pegawai yang kita kumpulkan bulan ini jumlahnya mungkin akan mencapai Rp1 miliar,” kata Hidayat kepada wartawan, Jumat, 11 September 2026.
Hidayat mengatakan bantuan yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk uang tunai melalui Palang Merah Indonesia (PMI) pada September 2026.
Mekanisme tersebut sebelumnya juga digunakan Pemkab Tangerang untuk menyalurkan bantuan bencana alam di Sumatera dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina di Gaza.
“Jadi, bantuan yang disalurkan nanti berupa uang tunai. Jadi karena jauh, kita akan transfer melalui PMI, seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya,” ungkapnya.
Selain donasi dari ASN, Pemkab Tangerang berencana mengalokasikan bantuan bagi korban bencana di NTT melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
Namun, Hidayat belum dapat memastikan besaran bantuan yang akan dialokasikan melalui BTT.
Menurutnya, anggaran tersebut masih menunggu pengesahan APBD-P 2026 yang dijadwalkan pada November 2026.
“Sama, dengan uang tunai juga bang. Namun jumlahnya, kata Pak Bupati melihat kemampuan keuangan daerah. Jadi belum ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban mereka yang menjadi korban bencana alam di NTT sana yah,” harap Maesyal.
Reporter: Mulyadi – Editor: Aas Arbi

