SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kekeringan yang melanda persawahan Banten tidak hanya disebabkan minimnya hujan. Hasil monitoring Pengawas Organisme Pengganggu Tumbuhan di lapangan menemukan sejumlah persoalan yang membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk mempertahankan tanaman padi.
Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat setidaknya ada empat kondisi utama yang menyebabkan lahan pertanian terdampak kekeringan.
Pertama, tidak terjadi hujan selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Kedua, sejumlah lahan merupakan sawah tadah hujan sehingga tidak memiliki sumber air alternatif ketika hujan berhenti.
Ketiga, sumber air yang sebelumnya tersedia mulai mengering akibat kemarau berkepanjangan. Keempat, terdapat sumber air tetapi lokasinya terlalu jauh dari lahan sehingga menyulitkan proses pompanisasi.
Kondisi tersebut membuat kemampuan petani mempertahankan tanaman sangat bergantung pada ketersediaan sumber air.
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri mengatakan petani pada dasarnya akan tetap mengolah lahan selama air tersedia.
“Karena pada prinsipnya petani kalau ada air, pasti mengolah lahan,” ujar Saiful, Jumat 11 September 2026.
Menghadapi ancaman El Niño yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026, Dinas Pertanian Banten menyiapkan enam langkah mitigasi.
Pertama, petani dianjurkan menggunakan varietas benih yang toleran terhadap kekeringan. Kedua, pemerintah menyiapkan program irigasi perpompaan, irigasi perpipaan dan bangunan konservasi untuk menghadapi anomali iklim.
Ketiga, perbaikan jaringan irigasi sekunder maupun tersier. Keempat, memberikan premi asuransi usaha tani kepada kelompok tani yang mengalami puso.
Kelima, penanaman diarahkan ke wilayah yang memiliki sumber air memadai. Keenam, kalender tanam akan disesuaikan dengan kondisi iklim dan ketersediaan air.
Langkah tersebut disiapkan untuk menekan risiko kerusakan tanaman sekaligus membantu petani menghadapi perubahan pola musim akibat El Niño.
Dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya mendukung, petani diminta memperhitungkan ketersediaan air sebelum memulai musim tanam. Sebab, penanaman tanpa dukungan sumber air yang cukup berpotensi meningkatkan risiko puso.
Editor: Abdul Rozak

