SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Polda Banten telah mengumpulkan data ante mortem dari keluarga jurnalis, kru kapal, dan pemandu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Dari delapan orang yang hilang kontak, tujuh di antaranya telah menjalani proses pengumpulan data ante mortem. Sementara satu orang lainnya belum menjalani proses tersebut.
“Tujuh sudah, satu lagi belum, yang belum dari Donal (jurnalis lepas),” kata Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr Donald Rinaldi Kusumaningrat, Kamis, 10 September 2026.
Pengumpulan data ante mortem tersebut merupakan upaya tim DVI untuk mendukung proses identifikasi terhadap jurnalis, kru kapal, dan pemandu apabila nantinya ditemukan korban.
Selain mencatat ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan, tim DVI juga telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang telah menjalani proses ante mortem.
“Semua keluarga korban yang sudah ante mortem dilakukan swab buccal DNA,” tuturnya.
Data ante mortem yang sudah dilakukan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK) dan Heriyanto (guide), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Yudistiro Pranoto (iNews).
Pengumpulan data ante mortem ini merupakan upaya DVI dalam mengidentifikasi jurnalis dan kru kapal beserta pemandu. Donald menyampaikan, pengumpulan data ante mortem dilakukan untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya ditemukan korban.
Selain mencatat ciri fisik dan pakaian terakhir yang dikenakan, tim DVI juga telah melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban yang telah menjalani proses ante mortem. “Semua keluarga korban yang sudah ante mortem dilakukan swab buccal DNA,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
