• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Gempa M6,5 Guncang Jakarta, Tidak Berpotensi Tsunami dan Terasa hingga Pandeglang

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Sabtu, 12 September 2026 06:45
in Pandeglang
0
Gempa M6,5 Guncang Jakarta, Tidak Berpotensi Tsunami dan Terasa hingga Pandeglang
0
SHARES
966
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 04.23 WIB. Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M6,5 dengan kedalaman 368 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan episenter gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,5 pada kedalaman 368 kilometer. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,24° LS ; 106,78° BT, atau tepatnya berlokasi laut, 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI,” katanya.

Hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” katanya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Pada skala IV MMI, pada siang hari gempa dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan oleh beberapa orang di luar rumah. Gerabah dapat pecah, sedangkan jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Gempa juga dirasakan dengan skala III MMI di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap.

Skala II–III MMI dilaporkan dirasakan di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Sementara itu, skala II MMI dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.

Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana Provinsi Banten Beni Madsira mengatakan guncangan gempa juga terasa kuat hingga Pandeglang.

“Lokasi pusat gempa bumi, laut Kepulauan Seribu, Jakarta. Yang getarannya terasa kuat sampai Pandeglang,” katanya, Sabtu, 12 September 2026.

Beni mengatakan pihaknya sementara belum menerima laporan mengenai bangunan rusak di wilayah Pandeglang. Namun, sejumlah warga merasakan guncangan gempa.

“Kalau informasi dari BMKG gempa bumi ini berpusat Jakarta,” katanya.

Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” katanya.

Reporter: Purnama Irawan – Editor: Aas Arbi

Tags: bmkggempa BantenGempa Bumigempa JakartaGempa PandeglangKepulauan Seributsunami
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Rekomendasi Steak Rp98 Ribu dan Lapis Legit Premium di Kota Serang

Next Post

Ketua DPRD Pandeglang Hadiri Doa Bersama di Carita untuk Keselamatan Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Next Post
Ketua DPRD Pandeglang Hadiri Doa Bersama di Carita untuk Keselamatan Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Ketua DPRD Pandeglang Hadiri Doa Bersama di Carita untuk Keselamatan Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jejak Sejarah Kampung Sewan di Tangerang, Dari Era Belanda hingga Berdirinya RS Sitanala

by Syaiful Adha
Minggu, 13 September 2026 12:41
0

KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Kampung Sewan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan kawasan...

TPA Cipeucang Tangsel Dijaga 24 Jam, Cegah Kebakaran Saat Kemarau

by Syaiful Adha
Minggu, 13 September 2026 12:29
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID -Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meningkatkan pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.