PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID- Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap delapan orang yang mengalami hilang kontak setelah speed boat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Pada hari ke lima operasi SAR, areal pencarian terus diperluas menjadi enam sektor dengan total luas 2.537 NM², meliputi Sektor T seluas 348 NM², Sektor U 406 NM², Sektor Z 473 NM², Sektor W 585 NM², Sektor X 380 NM², dan Sektor Y 345 NM².
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator, Al Amrad, mengatakan pencarian juga dilakukan dari udara dilakukan di area seluas 2.063 NM² menggunakan Helikopter HR-3604.
Pencarian pada sektor T – 348 NM² melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang. Ke tiga kapal tersebut berangkat dari tiga dermaga berbeda yakni KRI Kerambit bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat Merak, KP Sanjaya bergerak dari Pelindo Ciwandan sementara itu, KAL Pahawang bertolak dari Pelindo Panjang. Hasilnya, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Lalu Sektor U – 406 NM² melibatkan KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena,” katanya, Sabtu 13 September 2026.
KRI Leuser bergerak menuju search area sejak pukul 05.30 WIB dan sekitar pukul 08.00 WIB berada di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan pencarian. KN SAR Antasena bertolak dari Dermaga Golden Key, lalu KAL Anyer bertolak dari Pelindo Ciwandan.
“Hasilnya belum ditemukan korban maupun petunjuk yang dapat memastikan keberadaan korban,” ujarnya.
Lalu, lencarian di Sektor Z dilakukan menggunakan KN SAR Basudewa dan KRI Lepu. KN SAR Basudewa bertolak dari Dermaga Batu Lampung. “KRI Lepu juga dikerahkan dari Pelabuhan BBJ menuju search area Sektor Z untuk memperkuat penyisiran. Hasilnya belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban,” ujarnya.
Lalu Sekto W dengan wilayah pencarian terbesar melalui jalur laut ini melibatkan KP Hayabusa dan RIB 02 Banten. KP Hayabusa bertolak dari Dermaga Batu Balai sementara RIB 02 Banten bertolak dari Marina Carita.
“Rib 02 Banten melakukan penyisiran di wilayah pesisir Pulau Panaitan hingga Ujung Kulon. Sekitar pukul 14.00 WIB, RIB 02 Banten bergerak menuju Tanjung Lesung sebelum kembali ke Posko Marina Carita dan tiba pukul 15.31 WIB. Hasilnya belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban,” ujarnya.
Di Sektor X pencarian dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka 247 dan RBB Peucang. RBB Peucang bertolak dari Dermaga Paku Anyer pukul 07.50 WIB, sementara KN SAR Tetuka bertolak dari Pelindo Ciwandan pukul 08.05 WIB.
“Pada pukul 10.05 WIB, KN SAR Tetuka menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru di koordinat 06°02.7161’S – 105°31.5414’E. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka,” tegasnya.
Namun, hingga hasil operasi H.5 dilaporkan, belum dapat dipastikan bahwa jeriken tersebut berkaitan dengan speed boat atau delapan orang yang masih dalam pencarian.
Lalu, sektor Y dilakukan menggunakan RIB 02 Lampung. RIB 02 Lampung bertolak dari Pulau Sebesi pukul 07.00 WIB dan melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sebesi sesuai rencana operasi. Penyisiran kemudian diperluas ke Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, pesisir Kalianda hingga Tanjung Tua.
“Dalam pelaksanaan pencarian, visibility sempat rendah. RIB 02 Lampung kemudian sandar di Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 16.20 WIB. Hasilnya, belum ditemukan korban maupun petunjuk keberadaan korban,” ujarnya.
Selain unsur laut, pencarian juga diperkuat Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dengan area pencarian udara seluas 2.063 NM². Helikopter tiba di Helipad Lapangan Carita pada pukul 09.05 WIB dan melakukan take off menuju search area pada pukul 10.36 WIB.
“Dalam pelaksanaan pencarian, kondisi visibility dilaporkan rendah sehingga pemantauan udara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan penerbangan. Dukungan udara juga diperkuat dengan dua unit drone thermal Basarnas yang digunakan untuk membantu pemantauan di wilayah pencarian,” ujarnya.
Hingga hasil operasi SAR hari kelima, delapan orang masih berstatus Dalam Pencarian (DP). Belum ditemukan korban dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Operasi SAR akan terus dievaluasi dan dilanjutkan sesuai hasil koordinasi serta rencana operasi berikutnya.
Editor: Bayu Mulyana

