• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Parlemen News

Konflik Mitra SPPG dengan Pengelola Yayasan, Ribuan Penerima MBG Terancam

Fahmi by Fahmi
Senin, 14 September 2026 10:34
in News
0
Penggelapan dana SPPG

Para mitra SPPG saat memberikan keterangan kepada media

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terancam tidak mendapatkan haknya, dampak persoalan administrasi antara mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan yayasan yang menaunginya.

Kondisi tersebut mencuat dalam pertemuan antara sejumlah mitra SPPG dengan terduga pengelola Yayasan Sahabat Cahaya Bangsa dan Yayasan Merah Putih Berkibar, Goris, di salah satu kafe di Kota Serang, belum lama ini.

Mediasi tersebut merupakan instruksi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Banten kepada kedua belah pihak, menyusul pelaporan terhadap Goris di Mapolda Banten pada Rabu malam, 9 September 2026. Goris dilaporkan terkait dugaan penggelapan dana mitra SPPG dan ilegal akses akun yayasan.

Salah satu mitra SPPG, Mansur, mengatakan bahwa mediasi dengan Goris tersebut berakhir buntu. Sebab, tuntutan mitra SPPG tidak dapat dikabulkan oleh Goris.

“Mediasinya deadlock,” ujarnya didampingi kuasa hukumnya, Sulaeman Buulolo atau Niko, Minggu, 13 September 2026.

Mansur mengatakan, SPPG yang dikelolanya bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Cahaya Bangsa dan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, mulai dari jenjang TK hingga SMP.

Ia mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi adalah akses terhadap akun yayasan. Akun tersebut dibutuhkan untuk mengunggah sejumlah dokumen dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Kalau akun yayasan tidak kami miliki, sementara penerbitan SLHS harus melalui akun OSS yang di-upload di sistem tersebut, kami khawatir dapur kami di-suspend atau berhenti,” ujar warga Kota Cilegon ini.

Padahal, kata dia, hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan, Instalasi Kesehatan Lingkungan (IKL), dan puskesmas telah lengkap. Dokumen tersebut tinggal diunggah ke sistem, namun pihaknya tidak memiliki akses akun yayasan.

“Kalau sampai dapur berhenti, tentu yang terdampak bukan hanya kami sebagai mitra, tetapi ribuan penerima manfaat MBG,” katanya.

Mansur berharap, KPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN) segera memberikan solusi dan kepastian mengenai mekanisme yang harus ditempuh apabila yayasan yang menaungi SPPG tidak bersedia melanjutkan kerja sama dengan mitra.

Sementara itu, kuasa hukum sejumlah mitra SPPG, Sulaeman Buulolo, menegaskan pertemuan tersebut bukan merupakan restorative justice (RJ) atas laporan yang sebelumnya dibuat di Polda Banten.

“Ini bukan RJ. Ini instruksi dari KPPG agar administrasi yayasan dengan SPPG tidak terkendala,” kata pria yang akrab disapa Niko ini.

Menurut Niko, sejumlah mitra meminta agar Yayasan Merah Putih Berkibar yang saat ini menaungi kerja sama SPPG dilepaskan dan diganti dengan yayasan lain. Namun, permintaan tersebut belum menemui titik temu.

“Hasilnya belum ada kesepakatan,” ujarnya.

Niko menegaskan, pertemuan tersebut tidak membahas dugaan penggelapan maupun kerugian materiil. Fokus pertemuan adalah mencari jalan keluar persoalan administrasi agar tidak menghambat pelaksanaan program MBG.

“Jangan sampai program ini terkendala hanya gara-gara hubungan yayasan dengan mitra. Kalau hubungan yayasan dengan mitra tidak baik, pelaksanaannya juga tidak bagus,” katanya.

Sementara itu, Goris mengaku tidak mempunyai kapasitas dalam mengganti yayasan yang diinginkan para mitra SPPG. Ia beralasan hanya sebagai perantara antara SPPG dengan mitra SPPG.

“Saya enggak punya kapasitas untuk itu (mengganti yayasan-red). Saya ini hanya memfasilitasi agar mereka dapat terhubung dengan yayasan, saya bukan pemilik yayasan,” katanya.

Terkait laporan penggelapan dana mitra SPPG, Goris juga membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan, dana tersebut tertahan karena pengecekan rekening.

“Enggak ada (penggelapan-red), ada pengecekan rekening (alasan belum dibayar-red),” tuturnya.

Editor: Agus Priwandono

Tags: MBGpenggelapan dana SPPGSPPGYayasan Merah Putih BerkibarYayasan Sahabat Cahaya Bangsa
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Diikuti 57 Peserta, IPHI Provinsi Banten Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah

Next Post

Ingin Mabuk, Pemuda Ini Jual Kerbau Titipan

Next Post
Jual kerbau titipan

Ingin Mabuk, Pemuda Ini Jual Kerbau Titipan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Speedboat hilang Selat Sunda

Gubernur Banten Minta Operasi SAR Pencarian Lima Jurnalis Diperpanjang

by Yusuf Permana
Senin, 14 September 2026 11:36
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pencarian speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda...

Penderita TBC Banten

33.495 Penderita TBC Ditemukan di Banten, 17 Ribu Kasus Masih Diburu

by Yusuf Permana
Senin, 14 September 2026 11:23
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah menemukan 33.495 penderita tuberkulosis (TBC) hingga September 2026. Angka itu baru...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.