PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni dengan berat hati menyampaikan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap lima orang jurnalis dan tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1 dihentikan.
Pernyataan itu Andra sampaikan dalam acara konferensi pers hasil rakor evaluasi operasi SAR hari ke-10 di Posko SAR Marina, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Adapun sebanyak 8 korban hilang atas mama, M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis ANTARA)Ari Basuki (Jurnalis Merdeka),Yudhis (Jurnalis iNews), Daus (Jurnalis Anadolu),Donal (Freelance), Warta (55, Kapten Kapal), Surakman (60, ABK), Heriyanto (49, Pemandu Wisata).
Kronologi singkat hilangnya 8 orang korban ini dilaporkan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dengan tujuan untuk meliput aktivitas gunung api yang saat itu tengah berstatus Level III (Siaga).
Namun, kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di sekitar Selat Sunda.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, hari ini, sejak pukul 17.00 WIB dilaksanakan rakor evaluasi sekaligus juga penentuan apakah operasi kemanusiaan Pencarian dan pertolongan ini akan dilanjutkan dan seterusnya.
“Tadi disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan ini sampai dengan hari ke-10 setelah perpanjangan tiga hari. Disampaikan secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak dari Kapal Arupadhatu 1,” katanya, Kamis, 17 September 2026.
Bahwa kemudian ada beberapa temuan material atau obyek dicatat ada 13 obyek yang ditemukan selama operasi dan itu sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dikonfirmasi dikroscek dan diteliti, dinyatakan saat ini tidak terhubung dengan Arupadhatu 1.
“Kemudian setelah perpanjangan waktu pencarian selama tiga hari, pihak Basarnas menyampaikan bahwa karena dinilai sudah tidak efektif dalam pelaksanaan pencarian dan pertolongan ini maka dengan berat hati, pelaksanaan operasi gabungan ini oleh pihak memilik kewenangan dinyatakan dihentikan. Namun bilamana ada informasi dari masyarakat baik nelayan, atau kapal melintas atau dari pihak manapun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bilamana ada penemuan petunjuk baru yang bisa dibuka kembali proses evakuasi atau upaya evakuasi,” katanya.
Bang Andra menyampaikan, Pemprov Banten mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru selama 10 hari ini melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini dengan sungguh-sungguh.
“Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak memberikan dukungan dan support dan kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dari pihak warga dan sekaligus kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita, keluarga kita, yang berada di Arupadhatu 1. Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindaklanjuti dan juga terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama 10 hari ini terus membantu Basarnas seluruh pihak dalam operasi Gabungan ini,” katanya.












