Oleh: Dr. Budi Darma Sumapradja
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten
Dalam rangka Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten, 4 Oktober 2026
Dua puluh enam tahun perjalanan Provinsi Banten merupakan momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus meneguhkan arah ke depan. Banten telah tumbuh menjadi salah satu wilayah strategis di Indonesia, dengan perkembangan ekonomi, industri, urbanisasi, dan pembangunan infrastruktur yang terus bergerak. Di balik berbagai kemajuan tersebut, terdapat tantangan yang semakin kompleks, terutama bagaimana menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, visi “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi” perlu terus diterjemahkan dalam pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kemajuan tersebut dirasakan secara adil dan berlangsung dalam lingkungan yang sehat.
Banten memiliki hutan, pesisir, laut, sungai, lahan pertanian, serta keanekaragaman hayati yang menjadi penyangga kehidupan. Pada saat yang sama, kita menghadapi persoalan pencemaran, timbulan sampah, degradasi daerah aliran sungai, banjir, abrasi, alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan lahan, serta dampak perubahan iklim. Semua itu mengingatkan kita bahwa pembangunan memiliki batas ekologis yang harus dihormati.
Menjaga Arah
Menjaga arah berarti memastikan pembangunan Banten tetap berada pada jalur yang benar dan berkelanjutan. Kemajuan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, nilai investasi, panjang jalan yang dibangun, atau berdirinya kawasan-kawasan baru. Kita juga perlu melihat apakah kualitas udara dan air semakin baik, apakah hutan dan pesisir tetap terlindungi, apakah sampah dan limbah dikelola dengan baik, serta apakah manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Karena itu, pembangunan harus semakin berbasis data, memperhatikan tata ruang dan daya dukung lingkungan, serta mempertimbangkan risiko jangka panjang. Setiap keputusan pembangunan hari ini pada hakikatnya adalah keputusan tentang seperti apa Banten yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.
Pertumbuhan ekonomi pun perlu diarahkan pada praktik yang semakin bertanggung jawab melalui produksi bersih, efisiensi energi, pengurangan limbah dan emisi, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Dengan demikian, pembangunan tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga membangun kualitas kehidupan.
Merawat Rumah
Merawat rumah berarti menyadari bahwa Banten bukan sekadar wilayah administratif. Banten adalah rumah bersama tempat kita hidup, bekerja, membangun keluarga, dan menggantungkan masa depan.
Rumah yang baik bukan hanya rumah yang semakin besar dan semakin maju, tetapi juga rumah yang airnya bersih, udaranya sehat, sungainya terjaga, hutannya terlindungi, pesisirnya tidak rusak, dan lingkungannya nyaman bagi anak-anak kita untuk tumbuh.
Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kegiatan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Masyarakat memiliki peran dalam mengurangi sampah dan menjaga lingkungan sekitar. Akademisi, media, komunitas, dan generasi muda dapat menghadirkan pengetahuan, inovasi, pengawasan sosial, serta gagasan-gagasan baru.
Merawat rumah juga berarti menyadari bahwa kerusakan lingkungan pada akhirnya akan kembali kepada kita. Sungai yang tercemar, hutan yang berkurang, pesisir yang rusak, atau sampah yang tidak terkelola bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan kesehatan, ekonomi, sosial, bahkan bencana.
Banten yang kita rawat hari ini bukan hanya untuk kita nikmati, tetapi juga untuk memastikan anak-anak dan generasi sesudah kita masih memiliki ruang hidup yang layak.
Menjemput Masa Depan
Menjemput masa depan berarti tidak sekadar menunggu perubahan datang, tetapi mempersiapkan Banten untuk menghadapinya. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, perubahan pola ekonomi, kemajuan teknologi, dan perubahan iklim akan terus berlangsung. Banten harus menjadi daerah yang mampu beradaptasi, sekaligus tetap menjaga karakter dan kekayaan alamnya.
Pembangunan infrastruktur ke depan perlu semakin mengintegrasikan perlindungan hutan, daerah aliran sungai, lahan pertanian, pesisir, dan keanekaragaman hayati. Infrastruktur hijau, transportasi rendah emisi, drainase berkelanjutan, serta pengelolaan air dan sampah secara terpadu perlu menjadi bagian dari wajah pembangunan Banten.
Kita tentu ingin Banten menjadi provinsi yang maju dan berdaya saing. Namun, kemajuan yang paling bernilai adalah kemajuan yang tidak meninggalkan persoalan bagi generasi setelah kita. Jangan sampai generasi sekarang menikmati hasil pembangunan, sementara generasi berikutnya menerima tagihan ekologisnya.
Dua puluh enam tahun Provinsi Banten bukan sekadar angka usia. Ia adalah perjalanan sekaligus pengingat tentang tanggung jawab kita bersama: menjaga arah agar pembangunan tetap berada pada jalur yang benar; merawat rumah agar Banten tetap menjadi ruang hidup yang sehat dan layak bagi semua; dan menjemput masa depan dengan menyiapkan Banten yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten hendaknya tidak berhenti pada seremoni. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan keberanian, konsistensi, kolaborasi, dan kepedulian.
Mari kita wujudkan visi “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi” dengan menjadikan lingkungan hidup dan kehutanan sebagai salah satu fondasi kesejahteraan. Sebab Banten bukan hanya tempat kita tinggal.
Banten adalah rumah yang harus kita rawat. Banten adalah amanah yang harus kita jaga. Dan Banten adalah masa depan yang harus kita siapkan bersama.
Selamat Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten.












