SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membangun 22 Desa Tangguh Bencana (Destana) di Provinsi Banten sepanjang 2024–2025. Program tersebut difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo mengatakan, program Destana menjangkau sejumlah wilayah di Banten, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Menurut Pangarso, ketangguhan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pembentukan program. Masyarakat juga perlu memahami risiko bencana di lingkungannya dan memiliki kemampuan melakukan evakuasi secara mandiri.
“Ketangguhan masyarakat itu pastinya masyarakat paham risiko dulu,” ujarnya saat menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat komunitas, Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui potensi ancaman di wilayah tempat tinggalnya, memetakan risiko, serta menentukan jalur dan lokasi evakuasi yang aman.
Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat melalui aksi komunitas dan latihan evakuasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui ancaman bencana, tetapi juga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Pangarso menambahkan, penguatan Destana perlu dilanjutkan oleh pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan, terutama di daerah yang menghadapi risiko gempa bumi dan tsunami.
Editor: Aas Arbi












