PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Langkah ini diambil untuk memperkuat program literasi digital dan memajukan kegiatan olahraga pada kalangan pelajar daerah.
Program kolaborasi ini menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fokus utama kegiatan meliputi edukasi literasi media, pengenalan dasar-dasar jurnalistik, serta pengembangan bakat pada cabang olahraga sepak bola dan futsal.
Kepala Disdikpora Pandeglang, Sutoto, menyambut baik dan mengapresiasi rencana kerja sama ini. Menurutnya, sinergi dengan organisasi pers sangat krusial dalam menyebarluaskan informasi pembangunan serta program prioritas pemerintah kepada masyarakat luas.
“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih. Dengan bersinergi dan berkolaborasi bersama media, khususnya rekan-rekan PWI dan SMSI, tentunya kita bisa menginformasikan progres pembangunan yang menjadi program prioritas Bupati Pandeglang,” katanya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Sutoto menegaskan, bahwa Disdikpora sangat terbuka pada berbagai kemitraan yang mendukung kemajuan sektor pendidikan dan olahraga di Pandeglang.
“Ke depan, insyaallah kita siap berkolaborasi dalam program-program prioritas pemerintah. Program tersebut bisa kita publikasikan, dan ada juga kegiatan yang dapat dikerjasamakan langsung dengan Disdikpora,” katanya.
Salah satu urgensi dari kerja sama ini adalah peningkatan literasi digital pelajar. Melalui keterlibatan insan pers secara langsung, para siswa diharapkan mampu memilah informasi di internet, membedakan antara fakta dan opini, serta mengenali berita bohong (hoaks) yang marak beredar media sosial.
“Edukasi ini dinilai penting agar generasi muda dapat menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Selain bidang literasi, sektor olahraga juga menjadi bidikan utama,” katanya.
Program pembinaan sepak bola dan futsal ini diproyeksikan menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat, sekaligus membuka peluang penjaringan atlet-atlet berbakat sejak usia dini.
Kendati demikian, Sutoto mengingatkan bahwa kolaborasi ini harus segera ditindaklanjuti dengan perencanaan yang matang, bukan sekadar menjadi wacana.
“Penentuan sasaran peserta, bentuk kegiatan, hingga mekanisme pelaksanaan di lapangan harus disiapkan dengan matang agar program benar-benar menyentuh kebutuhan pelajar. Dampak nyata terhadap kemampuan dan prestasi siswa nantinya menjadi tolok ukur keberhasilan kerja sama ini,” katanya.












