SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penyidik Ditpolairud Polda Banten terus mengusut kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, sekitar 700 meter dari Dermaga 6 ASDP Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (20/10/2026) sore.
Sejumlah saksi, mulai dari penumpang hingga sopir kendaraan yang berada di kapal, telah diperiksa untuk mengungkap kronologi kejadian. Namun, hingga Rabu (21/10/2026), penyebab kebakaran yang disertai suara ledakan tersebut belum diketahui.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pemeriksaan saksi masih menjadi fokus penyidik dalam tahap awal penyelidikan. Keterangan para saksi diperlukan untuk menggali informasi mengenai awal munculnya api hingga terdengar suara ledakan.
“Kita sudah memeriksa saksi dari penumpang kapal dan sopir terkait kebakaran KMP Batumandi kemarin,” ujar Maruli, Rabu kemarin.
Menurut Maruli, para saksi yang diperiksa mengetahui adanya api dan suara ledakan. Namun, mereka belum dapat menjelaskan sumber api yang memicu kebakaran kapal tersebut. “Mereka yang diperiksa ini yang mengetahui adanya api dan suara ledakan, namun mereka ini tidak mengetahui di mana titik api itu berasal,” katanya.
Maruli menegaskan, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan fakta dan memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi di kapal tersebut. “Penyebab kebakaran belum diketahui, masih diselidiki,” kata mantan Kapolresta Serang Kota tersebut.
Ia menambahkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) belum dapat dilakukan karena kondisi kapal masih panas setelah kebakaran. Penyidik juga masih memprioritaskan penanganan para penumpang yang terdampak insiden tersebut.
“Kita belum melakukan olah TKP karena kapalnya masih panas. Saat ini masih fokus untuk pemeriksaan saksi dari penumpang dan sopir tadi. Selain itu, kita juga sedang memfokuskan untuk trauma healing dan membantu mereka mengurus dokumen penting yang hilang akibat kebakaran,” ujar alumnus Akpol 2002 tersebut.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan menjelaskan, sebelum terbakar, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB. Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
“Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan,” ungkap Hendra.
Pasca evakuasi, para penumpang mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Merak serta Rumah Sakit Krakatau Medika. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan penumpang setelah mengalami insiden kebakaran.
Selain itu, ASDP memfasilitasi transportasi bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
“ASDP juga memfasilitasi transportasi bagi penumpang yang hendak menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi,” jelasnya.
Polda Banten juga memberikan pelayanan kepada penumpang yang kehilangan dokumen atau surat-surat penting akibat kebakaran. Pelayanan tersebut berupa penerbitan surat keterangan kehilangan yang dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mengurus kembali dokumen yang hilang.
“Pelayanan yang disediakan berupa penerbitan surat keterangan kehilangan guna membantu penumpang dalam mengurus kembali dokumen yang hilang,” katanya.
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kebakaran KMP Batumandi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan kasus melalui saluran resmi pihak berwenang.
Editor Daru












