CILEGON – Amerah (65) hanya bisa terbaring lemah didalam kamar rumahnya yang berukuran 2 x 3 meter. Di usia senjanya Amerah melanjutkan hidup dengan menderita sebuah penyakit yang menyerang mata sebelah kirinya sehingga menjadi bolong.
Menurut pengakuan nenek yang tidak mempunyai anak dan suami ini, penyakit yang ia derita merupakan penyakit aneh yang tidak bisa diagnosa oleh tenaga kesehatan rumah sakit. Kini nenek yang merupakan warga Lingkungan Tunjung Putih, RT01/02, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ini berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah dan bantuan dari para dermawan.
“(Penyakitnya) Sudah dari tiga tahun lalu. Pertamanya ada bintik-bintik merah di dekat kelopak mata karena gatel saya garuk lama kelamaan bintik merah itu makin meluas sehingga membuat mata tidak bisa melihat,” ujar Amerah, Selasa (29/11).
Dijelaskannya, karena tidak memiliki biaya untuk berobat kerumah sakit akhirnya ia memilih untuk berobat dirumah. Pernah ia sekali berobat ke dokter namun pihak dokter menyuruh pulang karena mengaku tidak tahu jenis penyakit yang ia derita. Kemudian Amerah lebih memilih berobat di pengobatan alternatif tradisional namun penyakitnya tetap tidak kunjung membaik. “Sekarang sudah tidak bisa berobat lagi. Makan saja saya harus menunggu bantuan dari orang lain,” katanya.
Sarmunah ponakan Amerah berharap bibinya tersebut mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatannya. Menurut Sarmunah obat Puskemas tidak bisa menghilangi rasa gatal dimata bibinya itu. Akhirnya ia secara rutin membeli obat di Apotek jika ada para dermawan yang memberi bantuan.
“Saya pasrah saja, kedokter sudah dibawa, ke orang pinta juga sudah. Bibi saya ini seorang janda dan tidak punya anak. Sedangkan suami saya hanya seorang buruh jadi untuk biaya berobat saya tidak punya. Kadang juga ada orang yang memberi baru saya belikan obat di apotik,” ungkapnya (Riko)










