SERANG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten menjamin stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji aman selama Ramadan hingga Lebaran 2017. Bahkan, mulai H-7 Lebaran semua SPBU di jalur mudik dipastikan beroperasi 24 jam. “Kami sudah koordinasi dengan Pertamina terkait pasokan BBM dan elpiji, Pertamina menjamin pasokan BBM aman,” kata Kepala Dinas Energi dan SDM Banten Eko Palmadi kepada wartawan, kemarin.
Menurut Eko, di Banten ada 236 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan sekira 112 SPBU berada di jalur mudik. Guna mengantisipasi distribusi BBM ke SPBU terhambat, pihaknya sudah menetapkan tiga SPBU sebagai kantong BBM. Fungsi ketiga kantong BBM ini sebagai tempat standby mobil tangki BBM cadangan dengan kapasitas 16 ribu-24 ribu kiloliter yang siap mengantarkan BBM ke SPBU terdekat.
Eko melanjutkan, sebelum bulan puasa pihaknya sudah rapat koordinasi kesiapan menghadapi Ramadan dan Lebaran dengan Gubernur Banten. “Kami telah menyampaikan terkait ketahanan stok BBM di Banten. Begitu juga dengan elpiji, pasokannya juga aman hingga Lebaran,” sambung Eko.
Sementara itu, Area Manager Communication Pertamina Jawa Bagian Barat Yudy Nugraha mengatakan, guna menghindari kelangkaan ketersediaan BBM selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2017, Pertamina memantau stok di setiap depo dan kilang minyak menggunakan sistem komputerisasi, sistem informasi manajemen supply dan distribution (SIMSND). “Upaya dan persiapan Pertamina mengamankan pasokan BBM dengan membentuk posko satgas, monitoring stok BBM di seluruh terminal BBM melalui sistem komputerisasi sistem informasi manajemen supply and distribution (SIMSND),” kata Yudy.
Yudy mengklaim, tak akan terjadi kelangkaan BBM selama arus mudik dan Idul Fitri 2017 yang akan dialami oleh para pemudik. “Semua sudah kami siapkan jauh-jauh hari. Premium juga masih tersedia,” jelasnya.
Prediksi Pertamina, tingkat konsumsi BBM selama arus mudik dan arus balik di Aceh 10,7 persen, Sumbar 22,7 persen, Jambi 12,2 persen, Kalbar sembilan persen, Sumsel 14,1 persen, Kalsel 6,7 persen, Sulbar 13,9 persen, Bengkulu 10,5 persen, Lampung 17,4 persen, Jabar 9,4 persen, Jateng 25,8 persen, DIY 10 persen, Jatim 11,5 persen, NTT tiga persen, dan Papua 2,6 persen.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten Efu Saefullah membenarkan, pasokan elpiji tiga kilogram dan 12 kilogram selama Ramadan hingga Lebaran aman. “Mulai H-10 Lebaran dilakukan extra dropping (tambahan pasokan) elpiji ke semua agen resmi di Banten,” katanya.
Menurut Efu, pihaknya sudah mengajukan penambahan elpiji untuk sepuluh hari tersebut, yaitu sebanyak 268.800 tabung. Dengan perincian, per harinya setiap agen ditambah 560 tabung. “Di Banten kan ada 48 agen resmi yang terdaftar di Pertamina, jadi setiap harinya setiap agen mendapat tambahan 560 tabung gas elpiji,” ungkapnya. (Deni S/RBG)









