SERANG – Presiden Joko Widodo mempertanyakan ketertinggalan Provinsi Banten kepada Gubernur Banten Wahidin Halim. Hal tersebut diungkapkan WH (sapaan Wahidin Halim) saat menyampaikan sambutan di rapat Paripurna Istimewa HUT Banten di ruang rapat paripurna DPRD Banten.
“Saya merasa terenyuh saat dipanggil Presiden, kenapa Banten terbelakang? Kenapa Banten tertinggal? Kenapa Banten belum maju?” ujar WH, Rabu (4/10).
WH mengaku sudah menjelaskan kondisi Provinsi Banten kepada orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut. Menurutnya, di samping hal negatif yang menonjol, banyak hal positif dari Banten pun sudah diakui banyak pihak, bahkan pihak internasional.
“Saya sudah sampaikan Banten sebenarnya sudah terkenal, bukan hanya jawaranya, bukan hanya santetnya. Tapi keilmuannya juga,” ujar WH.
Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Demokrat ini pun membeberkan persoalan-persoalan yang masih ada di Provinsi Banten hingga usianya memasuki ke-17 tahun ini.
Beberapa persoalan tersebut terkait tingginya angka pengangguran, angka kemiskinan, disparitas pembangunan wilayah di Banten, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Menurutnya, sejumlah persoalan-persoalan tersebut sudah dilaporkannya kepada Presiden Jokowi. “Saya melaporkan semuanya ke Presiden. Saya sampaikan, kami punya air, kami punya beras, kami punyai laut, mari kita kerja sama, kalau tidak, airnya tidak kami kasih,” kata WH.
Banten dikatakan WH memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Di sektor pertanian, Banten memiliki lahan pertanian yang cocok untuk sejumlah komoditas.
Selain cocok untuk tanaman padi, lahan pertanian sekitar 700 ribu hektar di Banten cocok dengan tanaman kedelai dan jagung.
“Ini perlu kita intervensi. Penyakitnya, ada rentenir, ada calo, ada tengkulak, yang datang membayar padi kita,” ujarnya.
Kemudian, dari sektor pariwisata, Banten menurut WH memiliki potensi yang sangat besar. Banyak destinasi yang sangat indah seperti Tanjung Lesung, Carita, dan Sawarna. Namun, sampai sekarang belum bisa menghadirkan destinasi wisata yang ramah dan bersih.
“Kita belum mengelola potensi ini dengan baik. Banyak yang harus saya sampaikan soal potensi, namun kesimpulannya ke depan kita perlu mengelola dengan baik. Saya tekankan jangan korupsi, karena korupsi memakan uang rakyat,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










