MANCAK – Warga Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, bernama Jasuta (68) akhirnya ditemukan, Kamis (26/10). Jasuta ditemukan warga dalam keadaan sudah tak bernyawa setelah 17 hari menghilang di hutan.
Diketahui bahwa Jasuta menghilang sejak Selasa (10/10) saat mencari kayu bakar di Hutan Ciwindu, Kecamatan Mancak. Setelah satu pekan pencarian tidak menuai hasil, relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu warga pun akhirnya menghentikan proses pencarian. Jasuta dianggap menghilang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, jasad Jasuta ditemukan sekira pukul 09.00 WIB oleh warga yang sedang mencari kayu di Gunung Cibangkong, Kawasan Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak. Mendapat informasi penemuan mayat sosok lelaki tua, Nana segera menginstruksikan anggotanya untuk mendatangi lokasi. Setibanya di lokasi sekira pukul 12.25 WIB, tim melakukan pengecekan fisik mayat tersebut. Pengecekan fisik, kata Nana, didampingi pihak keluarga yang kehilangan Jasuta di lokasi temuan.
“Ternyata benar, jasad yang ditemukan adalah Jasuta, korban yang hilang di hutan. Sudah 17 hari,” ungkap mantan asisten daerah I Pemkab Serang itu yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (26/10).
Kata Nana, jenazah Jasuta disemayamkan ke rumah keluarga korban sekira pukul 13.00 WIB untuk dikebumikan. Meninggalnya Jasuta diduga karena kekurangan asupan makanan. Tim kebencanaan tidak menemukan luka pada tubuh Jasuta tanda penganiayaan. “Karena awalnya tersesat, kemungkinan kurang asupan makan,” ucapnya.
Camat Mancak Marfudin membenarkan informasi ditemukannya jasad Jasuta di Hutan Cibangkong sekira lima kilometer dari rumah keluarga korban. Namun, Marfudin belum memastikan penyebab kematian Jasuta. “Besok (hari ini-red), saya akan ke rumah duka untuk memastikan penyebabnya,” katanya. (Rozak/RBG)








