KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif terkait laporan hilangnya seorang remaja perempuan berinisial S (18). Ia dilaporkan meninggalkan rumah sejak awal Januari 2026.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penyelidikan. Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga penelusuran rekaman CCTV.
“Dari hasil penelusuran CCTV, yang bersangkutan sempat menaiki ojek online dari dekat rumahnya dengan membawa pakaian di dalam tas,” ujar Boy, Rabu, 15 April 2026.
Hasil penyelidikan mengarah bahwa S sempat menuju sebuah pool bus di wilayah Jakarta. Namun, setelah pengecekan, pihaknya tidak menemukan data keberangkatan atas nama yang bersangkutan di hari yang sama saat ia menghilang.
Pihaknya kemudian mengembangkan penyelidikan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI). Dari metode tersebut, terungkap bahwa S sempat terdeteksi berada di wilayah Jawa Timur.
“Tim sudah melakukan pengecekan ke lokasi tersebut. Namun yang bersangkutan telah berpindah tempat. Di lokasi tersebut, petugas menemukan pakaian yang diduga milik S,” jelasnya.
Pihak keluarga sempat menyebutkan bahwa S berada di wilayah Pasuruan bersama seorang pria yang diduga pacarnya. Namun, pihak keluarga belum menemukan S setelah penelusuran langsung.
Bahkan, berdasarkan informasi terbaru, polisi menduga S telah berpindah kembali ke wilayah Surabaya. Di salah satu lokasi yang sempat ia singgahi, ada barang-barang milik korban, seperti dus handphone dan pakaian.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari keluarga, termasuk ibu dan kakak korban, guna memperdalam penyelidikan serta mengungkap motif di balik kepergian S. Saat ini, Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur masih terus melakukan pencarian dan pendalaman kasus guna memastikan keberadaan korban.
Polisi pun mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan S agar segera melapor melalui hotline Polsek Ciputat Timur di nomor 085213452411 atau melalui layanan kepolisian 110.
“Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar perkara ini dapat segera terungkap secara terang benderang,” tutupnya.
Editor : Rostinah











