TANGERANG – Sebanyak 17 guru dilakukan tes urine secara mendadak ketika menghadiri penyuluhan narkoba di GOR Dimyati, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kamis (16/11), guru se-Kota Tangerang hadir dalam kegiatan ini.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang yang menggelar kegiatan ini menemukan hasil negatif terhadap tes urine tersebut.
Sejumlah guru dipilih secara acak untuk melakukan tes urine. Pantauan Radar Banten, sejumlah guru yang dipilih ini merasa tidak keberatan. Beberapa dari mereka bahkan antusias ingin mengetahui bagaimana wujud dari proses tes ini.
Kepala Seksi Ketahanan dan Bangsa Masyarakat Kesbangpol Achmad Dimyati berharap guru-guru bukan cuma melarang anak-anaknya menjauhi narkoba. ”Tapi mereka juga harus tahu bahaya narkoba dan menjauhinya,” ujarnya.
Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Akhmad F Hidayanto menerangkan bahwa peredaran narkoba paling rawan di Kota Tangerang ada di Kecamatan Cipondoh, Ciledug, dan Karawaci. ”Ini bukan cuma tugas polisi dan pemerintah. Mari kita sama-sama menjaga dan bergerak dalam memerangi narkoba ini,” pungkasnya.
Kata dia, jika guru-guru menemukan ada kegiatan peredaran narkoba, dapat langsung menghubungi BNN. ”Masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan kegiatan tersebut. Kerahasiaan pelapor pasti terjamin,” katanya.
Sementara, Bahrul, guru SDN Porisgaga mengakui manfaat kegiatan ini. ”Bagus buat pengetahuan guru-guru. Lalu kita bisa menerapkan kepada siswa. Kita bisa menyiasati bagaimana siswa kita jangan sampai terkena narkoba,” ujarnya. (mg-17/dai/sub)









