• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Pendidikan

Herayati, Anak Pengayuh Becak Lulusan ITB Ingin Jadi Dosen

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 25 Juli 2018 21:56
in Pendidikan
Herayati, Anak Pengayuh Becak Lulusan ITB Ingin Jadi Dosen

Herayati bersama kedua orangtua dan kakaknya usai wisuda, Sabtu (21/7).

Sawiri dan Herayati saling membanggakan satu sama lain. Sawiri yang tidak lain adalah ayah Herayati bangga terhadap putri bungsunya karena menggondol predikat cum laude di Institut Teknologi Bandung (ITB). Herayati bangga terhadap ayahnya meski bekerja sebagai pengayuh becak, tetapi selalu berbuat yang terbaik baik keempat anaknya.

Hera (23), sapaan akrab Herayati, membuat harum nama Banten. Ia meraih lulusan cum laude di ITB jurusan kimia saat lulus pada Sabtu (21/7) lalu. Hera berhasil kuliah di salah satu kampus begengsi di Indonesia itu setelah mendapatkan beasiswa bidikmisi.

RelatedPosts

pembinaan dan sosialisasi penerangan hukum kepada pelajar

Berikan Pembinaan Kepada Pelajar, Polsek Rangkasbitung Ingatkan Pelajar Jauhi Kenakalan Remaja

Jumat, 6 November 2026 17:43
kapolres Lebak

Kapolres Lebak Ingatkan Pelajar Jauhi Gangster Jalanan, Tawuran dan Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 2 November 2026 12:30
Achmad Dimyati Natakusumah

Buka Porsadin VII di Lebak, Wagub Banten Soroti Pentingnya Pendidikan Madrasah Diniyah

Senin, 2 November 2026 06:54
BPOM Serang

700 Pelajar dari 150 Sekolah Ramaikan SHInE-FEST 2026, BPOM Serang Dorong Generasi Muda Jadi Konsumen Cerdas

Sabtu, 31 Oktober 2026 13:42

Saat Radar Banten mendatangi kediamannya di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (23/7), Hera sedang menerima tamu. Bersamaan dengan kedatangan Radar Banten, tamu itu berpamitan pulang.

Setelah mengantarkan tamu berjumlah dua orang itu keluar rumah, Hera kembali dan duduk di sofa panjang. Ia duduk di antara ayahnya Sawiri (66) dan ibunya Durah (64). Bincang-bincang santai terkait prestasi Hera pun dimulai dengan ungkapan kebanggaan dari Sawiri dan Hera. Bukan membanggakan diri sendiri, namun membanggakan satu sama lain.

Hera tampak terharu mengaku sangat membanggakan ayahnya. Bukan karena pekerjaan atau hal lain yang bersifat material, namun karena tanggung jawab sang ayah untuk membesarkan dan mendidik dirinya dan ketiga kakaknya meski di tengah-tengah keterbatasan ekonomi.

Di pertengahan bincang-bincang baru terungkap alasan kenapa Hera sangat membanggakan ayahnya itu. Baginya apa yang diraihnya saat ini tidak lepas dari peran serta perjuangan kedua orangtuanya. Doa keduanya yang membuat Hera menjadi sosok yang bisa dijadikan teladan.

Hera bercerita, jauh sebelum dirinya meraih cum laude dari ITB, ada satu penggalan cerita hidup yang sangat menyentuh hatinya. Saat itu, Hera baru lulus dari MAN 2 Cilegon empat tahun yang lalu. Sebagai siswi yang baru lulus jenjang menengah atas Hera mempunyai harapan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Keinginan itu Hera ceritakan kepada ayahnya meski Hera menyadari keterbatasan ekonomi menjadi persoalan besar untuknya mewujudkan keinginannya. Penghasilan sang ayah dari menarik becak hanya berkisar Rp20 ribu per hari, secara matematis, penghasilan itu sulit untuk memenuhi kebutuhan biaya pendaftaran kuliah dan pendidikan nanti.

Suatu waktu, Marno, guru kimia Hera di MAN 2 Cilegon memberikan informasi terkait peluang beasiswa bidikmisi. Informasi itu pun disambut Hera dengan mempersiapkan segala persyaratan. “Waktu itu pendaftarannya online, syaratnya itu foto rumah, penghasilan orangtuanya, ya diisi sesuai dengan keadaan aja,” kata Hera bercerita, Senin (23/7).

Bersamaan dengan pendaftaran seleksi beasiswa bidikmisi, Hera mengaku mengikuti tiga seleksi masuk perguruan tinggi yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam (SMPTAI). Dari tiga seleksi masuk itu hanya SNMPTN dan SBMPTN yang bisa untuk bidikmisi. Dari dua itu Hera berhasil diterima di ITB melalui SBMPTN.

Cerita yang tidak akan bisa dilupakan dan membuatnya semakin bangga kepada ayahnya adalah saat Hera menunggu pengumuman kelulusan SBMPTN. Saat itu, Hera mendapatkan informasi diterima masuk di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tetapi Hera harus menyiapkan uang pendaftaran ulang Rp2 juta.

Mengetahui hal itu, Sawiri menjual barang berharga miliknya untuk memenuhi biaya pendaftaran ulang itu. Hera enggan menceritakan barang apa yang dimaksud, menurutnya, barang itu cukup berharga bagi keluarganya dan cukup penting. “Yah bapak jual itu, padahal waktu itu Hera bilang gak usah, Hera ingin kuliah dengan uang dan jerih payah Hera sendiri, tapi bapak bilang persiapan khawatir tidak keterima di ITB,” tutur Hera.

Bagi Hera, itu merupakan pengorbanan besar yang dilakukan ayah demi pendidikannya. Hera tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Rasa yang bercampur dengan kebanggaan itu tersirat di wajah cantik Hera.

Setelah pengorbanan sang ayah, Hera mendapatkan informasi lolos seleksi SBMPTN. Atas izin kedua orangtua, Hera memilih untuk melanjutkan kuliah di ITB. “Setelah keterima itu dilanjutin pendaftaran bidikmisinya, kan salah satu syaratnya bidikmisi itu harus sudah masuk dulu, kalau sudah masuk baru diverifikasi,” ujarnya.

Akhirnya, perjuangan itu tidak sia-sia. Hera lolos sebagai penerima beasiswa bidikmisi. Dengan beasiswa itu biaya kuliah per semester sebesar Rp8 juta dan kebutuhan sehari-hari setiap bulan sebesar Rp950 ribu ditanggung oleh beasiswa itu. “Utamanya bidikmisi, di perjalanan kuliah, dapat juga biaya pendidikan dari pihak lain seperti Pemkot Cilegon, Pak Luhut Binsar Pandjaitan, dan yang lain,” katanya.

Soal cum laude, menurutnya, meski dia mendapatkan gelar itu, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi bukan dirinya. Namun ada orang lain. Hera mengaku meraih IPK 3,7, sedangkan ada mahasiswa lain yang meraih IPK 4.0. Kata dia, yang membuat dirinya mendapatkan cum laude karena faktor lain, salah satunya adalah mahasiswa penerima beasiswa.

Siap Kerja Lebih Keras

Herayati bercita-cita ingin menjadi dosen di perguruan tinggi di Banten. Untuk mewujudkan itu Hera mengaku akan melanjutkan S2 di jurusan yang sama di ITB. Karena itu Hera saat ini sedang ikut seleksi beasiswa S2 yang disediakan kampus itu.

Meski Hera ingin jadi dosen, namun Hera rela tidak melanjutkan S-2 jika tidak menerima beasiswa. Ekonomi yang menjadi alasan itu, dan Hera akan menjadi seorang guru seperti cita-citanya saat masih duduk di sekolah dasar dan menengah pertama.

Berbeda dengan Hera, Sawiri mengaku akan berusaha mewujudkan keinginan anaknya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang magister walaupun ia harus kerja lebih keras lagi dari biasanya. “Usahain lanjut,” ujar Sawiri dengan nada suara rendah.

Sawiri mengaku akan bekerja lebih keras jika Hera gagal mendapatkan beasiswa. Alasannya siap melakukan itu karena Sawiri ingin melihat anaknya menjadi seorang dosen. Bagi Sawiri, Hera adalah salah satu anugerah dan kebanggaan. “Kakaknya cuma sampai SMA aja, Hera aja yang sampai kuliah, itu juga karena dia pintar dapat beasiswa,” ujarnya.

Soal pekerjaan. Sawiri mengaku sudah sejak 1991 menjadi pengayuh becak. Saat itu, transportasi umum menggunakan tenaga motor sangat jarang sehingga banyak orang yang menggunakan jasanya. Selain itu Sawiri menerima layanan antar jemput sekolah. Penghasilan itulah yang ia gunakan untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Lain dulu lain sekarang, dengan gencarnya modernisasi dan transportasi umum, jasa becak sudah mulai kurang diminati. Sawiri yang biasa mangkal di depan Rumah Sakit Krakatau Medika dalam satu hari paling dua kali mengantar dengan ongkos di kisaran Rp7 ribu hingga Rp15 ribu tergantung jarak dan beban yang dibawa.

Sawiri bekerja mencari nafkah dari jam enam pagi hingga selepas zuhur. Usia menjadi alasannya untuk mengurangi jam kerja. “Sekarang anak kan udah besar, usia juga kan, namanya manusia kita gak mikirin dunia saja akhirat juga,” katanya.

Jika Hera gagal mendapatkan beasiswa S2, tidak menutup kemungkinan Sawiri akan bekerja lebih keras lagi, dan berusaha mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi anaknya itu.

Sawiri bercerita, Hera merupakan anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan peringkat pertama sejak sekolah dasar hingga menengah atas. Berkat kecirdasannya itu, biasa sekolah dan peralatan sekolah selalu hasil dari beasiswa atau bantuan dari pihak sekolah. “Saya paling buat jajan aja, itu juga gak seberapa,” katanya.

Sawiri mengaku tidak ada kiat khusus sehingga anaknya sepintar itu. Ia mengaku hanya selalu mendoakan yang terbaik bagi putrinya itu. Dalam setiap doa selepas salat, Sawiri mengaku tak henti mendoakan Hera dan tiga anaknya yang lain. Terlebih Hera yang berada jauh di Bandung. Sawiri mengaku selalu meminta keselamatan dan keberkahan untuk anaknya itu. (Bayu)

Tags: Herayati
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Mantan Kepala Daerah di Banten Berebut Kursi Parlemen

Next Post

Neymar Tak Masuk Kandidat Pemain Terbaik FIFA 2018

Next Post
Neymar Tak Masuk Kandidat Pemain Terbaik FIFA 2018

Neymar Tak Masuk Kandidat Pemain Terbaik FIFA 2018

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bawaslu Pinjam Pakai Gedung Eks Kesbangpol Pandeglang

Proyek Senilai Rp2,5 Miliar Disorot Aktivis, Bawaslu Angkat Bicara

by Purnama Irawan
Jumat, 6 November 2026 18:23
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pandeglang angkat bicara atas proyek senilai Rp2,5 Miliar disorot aktivis Pandeglang. Adapun proyek...

menciftakan lingkunhan hijau dan sehat di lingkungan ponpes

Kapolres Lebak Ajak Santri Ponpes Al Mizan Peduli Lingkungan

by Nurabidin
Jumat, 6 November 2026 18:18
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Lebak melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mizan, Kampung Ancol, Desa Cimagenteung, Kecamatan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.