BALARAJA – Kecamatan Balaraja patut berbangga. Di usianya yang menginjak ke-137, kecamatan ini melahirkan batik khasnya. Minggu (7/10), Bupati Tangerang A Zaki Iskandar bersama Paguyuban Balaraja merilis Batik ke-II Motif Mahkota Balaraja dalam Pergelaran Seni Tradisional dalam kegiatan car free day di Taman Patung Balaraja. Acara ini juga diinisiasi lewat kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Zaki mengajak warga Balaraja dan Kabupaten Tangerang menjadikan batik Balaraja sebagai identitas. Selain itu, batik juga merupakan alat pemersatu bangsa. Dengan motifnya yang beragam, memakai batik berarti merayakan keberagaman dan wujud cinta tanah air. ”Batik merupakan identitas kita sebagai Bangsa Indonesia, jadi kita yang patut menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Namun lanjut dia, tidak menutup kemungkinan akan muncul motif dengan menyesuaikan potensi Kabupaten Tangerang. ”Saya berharap generasi dan seniman mampu memunculkan kreasi-kreasi batik baru,” terangnya.
Sementara Ketua Paguyuban Balaraja Hamdani, menyampaikan rasa syukur bahwa Kecamatan Balaraja dapat mendokumentasikan sejarahnya di ulang tahun ke-137. ”Balaraja berasal dari kata Balai dan Raja, yakni tempatnya para Raja, hal itulah menjadi dasar pembuatan motif batik ini,” tandasnya. (Mulyadi/RBG)











