SERANG – Suwanda, korban perahu eretan yang terbalik di Sungai Ciujung, Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Kaupaten Serang, hingga Jumat (25/1) belum ditemukan. Tim SAR sudah menyisir Sungai Ciujung hingga 35 kilometer dari lokasi kejadian.
Perahu eretan yang melintasi Sungai Ciujung dari Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal menuju Desa Malabar, Kecamatan Bandung, terbalik pada Selasa (22/1) lalu. Sebanyak 29 penumpang (7 kru) terjatuh dari perahu. Satu penumpang dinyatakan hilang, 28 penumpang selamat, dan 18 sepeda motor tenggelam.
Kepala Sub-Seksi Operasional (Kasubsi Ops) Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten Heru Amir mengungkapkan, pihaknya terus mengoptimalkan pencarian korban sejak 22 Januari. Namun, hingga Jumat belum menemukan tanda-tanda jasad korban.
“Hari ini (Jumat-red) hasilnya masih nihil,” ungkap Heru kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Jumat (25/1).
Heru mengatakan, upaya pencarian dilakukan sampai ke hilir Sungai Ciujung hingga radius 30 mil atau setara dengan 35 kilometer dari lokasi kejadian. “Kita sudah lakukan pencarian hingga wilayah Desa Jongjing (Kecamatan Tirtayasa-red),” ujarnya.
Pihaknya menerjunkan satu tim dan dibantu oleh tim penanggulangan kebencanaan lain menggunakan perahu karet. Proses pencarian, diakui Heru, terkendala debit air dan curah hujan yang tinggi. “Kendala lainnya enggak ada,” tegasnya.
Heru mengaku, pihaknya akan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, masa pencarian akan berlangsung selama tujuh hari sejak kejadian. “Setelah tujuh hari kita akan hentikan dulu. Tapi kalau ada tanda-tanda korban, kita akan lakukan pencarian lagi,” tandasnya. (Abdul Rozak)











