Ibarat bom waktu yang siap meledak, apa yang dilakukan Sakim (39) nama samaran, terhadap istrinya, sebut saja Yeyen (38) sungguh memilukan. Gara-gara pernah tersinggung oleh sikap istrinya yang sempat enggan dijodohkan dengannya, Sakim malah melakukan misi balas dendam dengan menceraikannya istrinya saat cinta itu mulai tumbuh. Ow ow ow. Jangan ditiru ya!
Pikiran jahat Sakim memang sudah direncanakan sejak mengenal Yeyen lima tahun lalu. Lelaki yang bekerja di salah satu perusahaan otomotif itu mengaku pernah sakit hati dengan mantan istrinya yang selalu bersikap jutek dan sombong di depan kedua orangtuanya. Ia pun menganggap sikap Yeyen itu sebagai hinaan hingga berniat membalasnya. “Sebenarnya saya juga enggak tega. Tapi, saya ikutin saran temen dan kadang jengkel juga kalau ingat kejadian itu. Akhirnya saya pura-pura ngebet pengen nikah sama dia, padahal itu cuma buat nyakitin dia,” akunya. Astaga Bang, nyebut. Saran negatif kok diikuti!.
Ditemui Radar Banten di minimarket samping Kecamatan Cibeber, Kota CIlegon, Sakim yang baru turun dari mobil sedannya terlihat gagah. Kemudian dia masuk toko untuk membeli sesuatu. Keluar dari toko dia duduk sambil merokok dan minum kopi dingin. Dalam kesempatan itu, terjadinlah perbincangan dengan Sakim yang mengenang masa lalunya berumah tangga.
Diceritakan Sakim, ia bertemu dengan Yeyen karena dijodohkan, diajak orangtuanya berkunjung ke rumah calon besan. Malam itu Sakim mengenakan pakaian cukup rapi, setelan celana katun dan batik yang membuatnya terlihat rupawan. Sakim tidak menolak dijodokan dan begitu antusias menantikan acara pertemuan malam itu karena penasaran dengan sosok calon pendampingnya. Maklum, saat itu Sakim sudah setahun lebih menjomblo. Namun, kesan pertama membuat Sakim kecewa. Bukan karena figur Yeyen yang tidak sesuai kriteria, melainkan sikap Yeyen yang jutek pada pandangan pertama. “Yeyen memang cantik, meskipun malam itu berpakaian seadanya, pakai kaos dan rok panjang. Kulitnya juga putih mulus, saya sampai terlena lihatnya. Tapi, saya kesal sama sikapnya yang jutek,” kesalnya. Jangan menilai orang dari sampulnya dong, buka dulu.
Sakim menyadari fisiknya tidak terlalu mendukung untuk mendapatkan pasangan yang dia mau. Sakim hanya bermodalkan sering berpenampilan rapi, postur tubuh tinggi, dagu sedikit berjenggot, dan berkulit sawo matang. Namun, Sakim sepertinya tidak mau harga dirinya diinjak-injak sama calon istrinya. “Waktu itu saya sudah mulai enggak nyaman sama sikap Yeyen yang sombong,” tukasnya. Tak kenal maka tak sayang Bang.
Namun, karena Sakim takut mengecewakan orangtuanya, ia tetap menerima dijodohkan dengan Yeyen. Sejak pertemuan itu, keduanya sepakat dijodohkan dan mencoba untuk mengenal satu sama lain. Setiap malam minggu Sakim tak pernah ketinggalan untuk apel ke rumah Yeyen. Meski terus mendapatkan perlakuan jutek Yeyen, Sakim tetap menahan kesabaran. Ternyata ada udang di balik bakwan. Sakim diam-diam hatinya merasa teriris dan menyiapkan misi balas dendam. Oalah. “Sering saya dateng ke rumahnya tapi dia enggak mau ketemu. Alasannya ada acara lainlah, saya sih santai aja,” ujarnya.
Ternyata, usut punya usut Yeyen sudah mempunyai pacar saat itu. Bahkan, Sakim sempat diancam oleh teman-teman pacar Yeyen agar melarangnya untuk menikahi Yeyen. Sakim tak pernah menceritakan masalah itu kepada orangtua. Ia malah curhat kepada teman-temannya sehingga muncul di benaknya rencana jahat untuk balas dendam terhadap Yeyen. Astaga. Enam bulan kemudian sesuai perjanjian kedua orangtua mereka pun dinikahkan. Acara pernikahan digelar cukup meriah. Meski sudah terikat janji suci dan duduk di pelaminan tak mengubah sikap jutek Yeyen terhadap Sakim. Bahkan, selalu menjaga jarak dengan Sakim. Hubungan mereka bak suami-istri yang baru berantem. Namun, Sakim tetap bersikap santai dan tidak menunjukkan sikap marah di hadapan Yeyen seolah tidak terjadi apa-apa. Perlakuan negatif Yeyen tidak sampai di situ, Yeyen juga menolak diajak tinggal bersama keluarga Sakim dan memilih tinggal di rumah keluarganya. Seminggu tinggal terpisah, lagi-lagi Sakim mengalah dan tinggal di rumah keluarga istri. “Sebulan pertama saya tidur di luar, enggak sekamar malah. Ngakunya sih masih takut dan belum biasa tidur bareng laki-laki,” sesalnya. Sabar Bang, ini ujian
Seiring berjalannya waktu, Sakim tetap menunjukkan sikap kalem meski terus dijutekin oleh Yeyen. Sampai akhirnya, Yeyen perlahan hatinya mulai luluh melihat kesabaran Sakim. Yeyen mulai mengajak bicara dan mempersilakan Sakim tidur bareng dengan Yeyen seranjang. Namun, Sakim tetap memilih tidur di sofa ruang tamu dengan alasan masih takut Yeyen terpaksa mengajaknya. Sikap yang ditunjukin Sakim malah membuat Yeyen penasaran. Keesokan harinya, sikap Sakim tidak berubah. Lama-lama Yeyen mulai memaksa. “Dia sampai nangis minta maaf supaya saya mau tidur bareng dia,” kenangnya bangga. Hajar Bang, jangan muna deh!
Sekali waktu, Sakim menuruti kemauan Yeyen. Namun, meski sudah seranjang Sakim hanya diam dan tidak meminta apa-apa kepada Yeyen layaknya suami-istri. Yeyen berkali-kali menegur Sakim menanyakan alasan kenapa enggak mau menyentuhnya, karena keadaan jadi berbalik. Enam bulan kemudian, Sakim pun meminta izin pergi keluar kota selama sebulan. Yeyen mengizinkannya dengan catatan sepulang dari luar kota Sakim bisa berubah. “Saya pergi ke Jogja buat refreshing seminggu, di sana ketemu cewek yang lebih cantik,” akunya. Dasar buaya.
Pucuk dicinta ulam tiba, Sakim seolah menemukan pelarian pernah dijutekin Yeyen dan menyelesaikan misi balas dendam. Pulang-pulang ia langsung menceraikan Yeyen. Sontak hal itu membuat emosi Yeyen meledak-ledak karena tidak ada angin tidak ada hujan keputusan Sakim menceraiakannya tanpa alasan. Situasi itu pun membuat kedua keluarga saling bermusuhan. “Waktu itu saya enggak peduli, yang penting bisa punya pacar baru yang lebih cakep,” ujarnya. Abang jahat.
Yeyen dan Sakim akhirnya resmi bercerai. Meski pada akhirnya Sakim tak jadi menikah dengan wanita yang ditemuinya di Jogja. Sakim malah menikah dengan rekan kerjanya dan sudah dikaruniai dua anak. “Alhamdulillah dengan yang sekarang bahagia,” akunya. Syukur deh Bang, semoga langgeng ya. Amin. (mg06/zai/ags)








