SERANG – Sebanyak 900 hektare sawah di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terancam gagal panen. Hal tersebut dipicu jadwal penutupan saluran irigasi Pamarayan Barat. Akibatnya, air irigasi tidak mengalir ke wilayah tersebut.
Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengatakan, pihaknya menerima laporan dari lima desa yang mengalami kekeringan. Yakni, Desa Pegadingan 270 hektare, Toyomerto 130 hektare, Tonjong 350 hektare, Margasana 80 hektare, dan Desa Pamengkang 150 hektare. “Kita akan laporkan hal ini ke Pemkab Serang dan Balai Perairan,” kata, Selasa (23/7).
Petani Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu Anay Hasan mengatakan, sawah miliknya seluas empat hektare mengalami kekeringan. Kondisi itu lantaran air irigasi yang tidak mengalir dari Irigasi Pamarayan Barat. “Kalau satu atau dua hari lagi enggak ada air, saya cuma bisa pasrah. Perhektare sudah keluar modal Rp5juta,” katanya. (Abdul Rozak)









