SERANG – Erwin Soeriadimadja yang kini dipercaya menakhodai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk bersama-sama memajukan perekonomian daerah.
Erwin yang sebelumnya menjabat Kepala Grup Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia ini menggantikan Rahmat Hernowo yang kini menjadi Kepala Departemen Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia.
Menurutnya, sinergi merupakan hal penting agar transformasi kebijakan Bank Indonesia bisa tersampaikan. BI bukan hanya menjalankan tugas-tugasnya sendiri tapi melibatkan komponen lainnya. Bahkan, saat bertemu Gubernur Banten, sebagai pimpinan yang baru di BI Banten diminta dukungannya untuk bisa menurunkan inflasi yang sekarang mencapai 3,7 persen.
“Ini adalah tantangan dan BI fokus mengendalikan stabilitas inflasi di Banten karena cukup unik dan ekonominya memiliki potensi yang cukup besar,” katanya.
Ia mengungkapkan, Banten memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan, misalnya komoditas cabai, bawang, dan beras. Jika bisa dioptimalkan maka kebutuhan domestik menjadi terkoneksi di Banten.
“Misalnya apa yang dibutuhkan di Tangerang bisa disuplai dari daerah di Banten,” katanya.
BI mendorong pemda untuk membentuk BUMD pangan sebagai pusat informasi stok pangan.
“Bisa saling memperbaiki dalam kebutuhan bahan pokok di daerah sehingga bisa menjaga stabilitas inflasi,” katanya.
Untuk mengendalikan inflasi, BI Banten memiliki beberapa kluster dan mengembangkan para UMKM di Banten, seperti gula aren, jam tangan kayu, anyaman pandan, dan tenun Baduy. Dengan dikembangkan bersama, ia optimistis bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Banten.
Salah satunya gula aren yang ekspor ke luar negeri. BI akan bersinergi dengan BI di luar negeri dan di luar Banten. Saat ini, UMKM di Banten banyak dan perlu diarahkan ke teknologi digital. “Jika packing-nya bagus setelah itu diarahkan ke startup atau e-commerce agar bisa lebih kembang,” katanya. (Susi K/RBG)









