SERANG – Mayat Asih warga Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat yang ditemukan membusuk di semak-semak di Kampung Cigereweuk, Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, pada Sabtu (24/8) lalu, diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi masih melakukan proses penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti lain.
“Ada indikasi korban pembunuhan, kami masih menunggu hasil penyidikan dari Polres Lebak,” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edy Sumardi dikonfirmasi Senin (26/8).
Edy mengatakan, hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Namun demikian, penyidik akan menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Umum (RSU) Banten mengenai autopsi terhadap jasad korban. “Berdasarkan pemeriksaan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kami menduga korban meninggal lima hari lalu sejak ditemukan karena kondisinya sudah membusuk,” kata Edy.
Jasad Asih ditemukan tergeletak dan ditemukan pertama kali oleh pengembala kerbau bernama Pulung. Penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Maja. Polisi yang mengelar olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan identitas korban. Identitas jasad perempuan yang mengenakan kaos merah dan celana bahan berwarna hitam tersebut terungkap setelah Tim Inafis Polres Lebak berhasil mengidentifikasinya melalui sidik jari. “Korban diketahui merupakan warga Pal Merah, Jakarta Barat,” ujar Edy.
Satreskrim Polres Lebak bersama Ditreskrimum Polda Banten menyelidiki identitas korban dengan berkoordinasi dengan Polsek Pal Merah. Selanjutnya, tim gabungan mendatangi kediaman keluarga korban. “Menurut keluarganya, korban 100 persen adalah anggota keluarganya,” kata Edy.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap anggota keluarganya, komunikasi terhadap korban putus sejak Senin (19/8) sekira pukul 18.00 WIB. Pagi harinya, atau sekira pukul 08.00 WIB, korban sempat mengirim pesan melalui WhatsApp untuk mengabari orangtuanya tidak masuk kerja lantaran berlibur bersama teman perempuan dan lelakinya ke Bogor, Jawa Barat. “Sampai jam 6 sore HP (handphone-red) yang bersangkutan tidak bisa dihubungi,” kata Edy.
Untuk mengungkap penyebab kematian korban, polisi akan menunggu hasil autopsi terhadap jasad korban. Polisi juga akan mencari rekan korban yang pergi ke Bogor tersebut. “Hasil autopsinya belum kami terima,” tutur Edy. (mg05/nda/ags)









