SERANG – Setiap tahun, lebih dari 50 pengembang baru membangun berbagai kawasan hunian di Banten. Keberadaan Banten sebagai penyangga ibukota dan daerah transit Pulau Jawa menuju Sumatera menjadi potensi tersendiri bagi pengembang.
Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten Roni Hadiriyanto Adali usai acara Penyerahan Rumah Gratis di Cluster New Simphony New Bumi Mutiara Serang, Rabu (16/10).
Menurutnya, harga tanah yang masih terjangkau juga membuat banyak pengembang dari luar Banten melirik Banten untuk mengembangkan bisnis properti. Bahkan, ada pengembang dari Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan lainnya yang masuk ke Banten.
“Ini menandakan bisnis properti Banten terus tumbuh dengan baik,” tuturnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengembang yang ada di Banten sebanyak 80 persen mengembangkan rumah subsidi karena potensi marketnya paling banyak. Apalagi di Banten banyak kawasan industri sehingga akan mudah terserap.
“Bahkan, di kawasan Cikande ada anggota REI yang penjualan unitnya paling banyak karena bisa mengakomodasi kebutuhan karyawan sekitar kawasan,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Promosi dan Pameran Real Estate Indonesia (REI) dan Direktur New Bumi Mutiara Serang Ikang Fawzi mengatakan, sejak tiga tahun tercatat ada sekira 50 pengembang baru yang juga menjadi anggota REI di Banten. Itu menandakan industri properti di Banten dilirik para pengembang. Sekira 80 persen pengembang membangun rumah subsidi karena marketnya banyak dan kemudahan yang diberikan pemerintah dengan program rumah subsidi.
“Ini tentu pengembang ingin membantu masyarakat dalam menyediakan rumah yang terjangkau dengan kualitas terbaik,” katanya.
Kepala BTN Cabang Cilegon Benny Budi Anggara mengatakan, BTN Cilegon mengakomodasi lima kabupaten kota di Banten, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Setiap bulan ada sekira dua hingga lima pengembang baru yang masuk ke lima daerah tersebut. Itu sebagai bukti Banten memang memiliki potensi yang besar di industri properti baik pengembang kecil maupun besar.
“Bahkan, di Lebak ada sekitar 20 pengembang baru yang masuk sejak awal 2019 hingga sekarang,” katanya.
Menurutnya, banyaknya pengembang baru karena memang market di Banten juga banyak sehingga berapa pun unit yang disediakan akan mudah terserap. Itu juga didukung kawasan industri di Banten yang cukup besar.
“Seperti di Cikande yang rata-rata karyawannya seribu orang. Bahkan seperti Nikomas sekitar 10.000 karyawan dan industri properti di Banten masuk sepuluh besar,” katanya.
Seperti diketahui, Sekjen APERSI Daniel Djumali yang juga Direktur Utama New Bumi Mutiara Serang bekerja sama dengan perumahan yang dikembangkan bersama Ikang Fawzi dan Andri Hermawan menyerahkan rumah gratis bagi seniman senior Indonesia Yati Surachman di Cluster Simphony.
Itu sebagai bentuk kepeduliaan APERSI dan pengembang atas dedikasi Yati Surachman dalam industri perfilman Indonesia. Meskipun rumah subsidi, tetapi rumah yang diberikan juga memiliki lokasi yang strategis karena dekat dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Rumah yang diberikan juga kualitasnya premium karena kondisinya sudah dilakukan betonisasi sehingga membuat penghuni nyaman. Mudah-mudahan bermanfaat,” katanya. (skn/aas/ira)








