CILEGON – Sekelompok perompak menyatroni Kapal MV CSK Enterprise asal Singapura di wilayah perairan Ciwandan, Kota Cilegon, dekat Pulau Ular, Selasa (22/10) dini hari.
Kapal berbendera Singapura itu bermuatan bijih besi milik PT Krakatau Posco. Saat didatangi komplotan perompak, kapal sedang engker di perairan yang berjarak dua hingga tiga mil dari daratan Kota Cilegon.
Sebelum berhasil menggondol barang-barang dari atas kapal, aksi komplotan itu berhasil diketahui oleh anak buah kapal (ABK) yang sedang piket. Sempat dikejar oleh tiga ABK, tetapi para pelaku berhasil kabur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, peristiwa itu terjadi sekira pukul 00.15. Kapal yang sedang berhenti itu disatroni lima perompak. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu datang menggunakan speed boat.
Tiba di bagian kiri kapal, empat pelaku naik ke atas kapal, sedangkan satu orang lainnya menunggu di speed boat. Dua orang di antaranya tertangkap kamera pengawas sedang berada di area ruang mesin. Kemudian, para pelaku berhasil merusak pintu kamar ABK. Aksi itu diketahui ABK.
Sadar aksinya telah terbongkar, para pelaku kabur melalui sisi kiri kapal. Dari rekaman kamera pemantau bagian luar kapal, empat pelaku itu sempat dikejar oleh tiga orang ABK. Namun, dalam hitungan menit, empat pelaku berhasil turun dari kapal dan kabur menggunakan speed boat.
“Baru percobaan, pelaku belum ketangkap, kita mendapatkan laporannya setelah kejadian itu,” ujar Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin, Kamis (24/10).
Kata Nunung, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan guna mengetahui identitas dan asal-usul komplotan perompak. Kejadian itu menjadi bahan evaluasi. Selanjutnya untuk mengantisipasi hal serupa di kemudian hari, pihaknya akan meningkatkan patroli perairan.
Sementara itu, Kasubdit Patroli Polairud Polda Banten AKBP Noman Trisapto saat ditemui di sela-sela agenda yang diselengarakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten di Hotel The Royale Krakatau menuturkan, aksi itu sebelumnya sudah pernah terjadi di perairan Selat Sunda, namun ia lupa peristiwa itu. “Sudah lama sekali, baru ada lagi sekarang,” ujarnya.
Menurut Noman, upaya pencegahan sudah dilakukan oleh Polairud Polda Banten dengan cara melakukan patroli perairan secara rutin ke lokasi-lokasi yang kerap digunakan untuk engker kapal-kapal. Ia akan semakin meningkatkan upaya pengawasan wilayah perairan untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi. (bam/alt/ags)







