JAKARTA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Banten menyegel lima tiket menuju PON Papua 2020. Lima atlet terbaiknya menembus tiga besar pada ajang Pra PON 2019.
Pengprov PGSI Banten sebelumnya menurunkan 15 atlet pada ajang Pra PON 2019. Babak kualifikasi PON 2020 itu digelar sejak Minggu (3/11) hingga Selasa (5/11), di Gedung Olahraga Otista, Jakarta.
Ada sepuluh atlet yang masih kurang beruntung pada ajang tersebut. Yakni, Amin Wahyudi kelas 87 kilogram grego, Farah Fikriyah kelas 53 kilogram, Amellia Sofia Damayanti kelas 62 kilogram, Ervin kelas 57 kilogram bebas, Samtomo kelas 97 kilogram bebas, Misdia Fitri kelas 57 kilogram bebas putri, Riza kelas 77 kilogram grego romawi. Erni Rubianti kelas 76 kilogram bebas, Rizki Aditia Dermawan kelas 86 kilogram bebas putra dan Agung Mulyana kelas 125 kilogram bebas).
Sedangkan lima atlet peraih medali, itu yakni Desi Shinta (kelas 68 kilogram bebas putri), Amrin Dulman (kelas 74 kilogram bebas putra), Prija Iska Ahmad (kelas 77 kilogram grego romawi), Fauzul Adzim (kelas 60 kilogram gaya grego putra), dan Aji Hakiki (kelas 65 kilogram bebas putra). Kelimanya berhak mengikuti program Pelatda PON mendatang.
Manajer Gulat Pra PON Banten Muhammad Ichram bersyukur peluang berprestasi di PON Papua 2020 berhasil dibuka oleh kelima atletnya. Terlebih, Desi Shinta sukses merebut medali emas. Sementara Aji Hakiki menembus partai final dan masih menunggu hasilnya.
“Alhamdulillah atlet gulat Banten berhasil memperoleh lima tiket PON. Termasuk Desi Sinta, atlet Banten peraih medali emas PON Jabar 2016 lalu. Hasil ini membuka kans Banten untuk kembali berprestasi di PON,” kata Ichram, Selasa (5/11).
Sementara Ketua Pengprov PGSI Banten Haryanto mengaku segera menggelar pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON bagi atlet yang lolos.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Lima atlet kami sudah sesuai dengan target KONI Banten. Setelah ini kita akan menggelar Pelatda PON untuk meningkatkan kemampuan atlet. Target selanjutnya berprestasi di PON,” ungkap Haryanto. (rbs/nda)








