BALARAJA – Program pemberdayaan terus digenjot Pemerintah Desa Sukamurni, Kecamatan Balaraja. Tahun ini, ada dua program yang sudah terlaksana yakni pelatihan pembuatan kue dan pelatihan bisnis cuci stim motor.
Penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Sukamurni Tedi Mediaharja mengatakan, dua program tersebut sudah berjalan. “Pelatihan pembuatan kue diikuti oleh ibu-ibu sedangkan pelatihan bisnis stim motor menyasar ke pemuda. Selain membangun keterampilan, juga untuk melatih jiwa wirausaha para pemuda desa,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (22/10).
Tedi menerangkan, untuk program pemberdayaan stim, diikuti lima kelompok dengan masing-masing kelompok ada tiga anggota. Selesai pelatihan, mereka juga diberikan mesin cuci stim motor sehingga bisa membuka usaha ada di lima tempat. Yakni, di Kampung Rangkong RT 01 RW 01, Kampung Dangdeur RT 02 RW 03, Kampung Lobang RT 04 RW 02 dan RT 05 RW 02, dan Kampung Keusikeun RT 04 RW 01.
“Alhamdulillah hingga saat ini cuci stim motor masih berjalan dan bisa menambah pemasukan untuk para pemuda,” ucap Tedi.
Tidak hanya itu, ke depan Tedi juga ingin membentuk program pemberdayaan berupa pengelasan. Tujuannya, tentu untuk meningkatkan keterampilan para pemuda. “Jadi nanti pemuda Desa Sukamurni punya berbagai keterampilan. Ada yang bisa nyetim, ngelas dan juga bikin kue,” ungkap Tedi.
Sementara itu, Ketua RT 01 RW 01 Kampung Rankong Ahmad Tamin mengatakan, adanya program pemberdayaan stim tersebut sangat berguna bagi para pemuda. “Daripada nganggur, anak-anak bisa dapat penghasilan dari cuci stim. Sedangkan mesinya enggak perlu beli, udah dapet bantuan dari desa,” pungkasnya.
Di samping itu, soal pembangunan infrastruktur di Desa Sukamurni diperkirakan mencapai 70 persen. Realisasinya dalam bentuk pavingblock, betonisasi, turab, dan saluran pembuangan air bersih (SPAL). (pem/rb).









