CIKANDE – Panitia Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 tetap memasukkan lingkungan paling berbunga sebagai salah satu kategori yang dilombakan. Sebab, bunga tak hanya mempercantik lingkungan. Tetapi, bisa membuat lingkungan indah dan asri.
Dalam Sosialisasi dan Workshop LKBA Kabupaten Serang 2020 untuk Kecamatan Kibin dan Cikande di aula Kantor Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Selasa (4/2), perwakilan Radar Banten Nizar Solihin menyampaikan bahwa ada lima kategori yang dilombakan untuk lingkungan rukun warga yang masuk kriteria pemula. Yakni, partisipasi masyarakat terbaik, lingkungan paling berbunga, kampung terinovatif, pengelolaan lingkungan terbaik, dan kelompok pemuda penggerak lingkungan. Sementara, untuk peserta dengan kriteria berkembang, ada enam kategori yang dilombakan. Yakni, lima kategori yang sama dengan kriteria pemula ditambah kategori pengelolaan sampah terbaik.

Khusus untuk lingkungan paling berbunga, ada tiga komponen penilaian. Yaitu, rata-rata jalan lingkungan yang dihiasi/ditanami bunga, keberadaan bunga/tanaman hias di setiap rumah warga, dan kreativitas penataan lingkungan berbunga.
“Di LKBA 2019 sudah terbukti, rata-rata jalan lingkungan dan jalan utama biasanya dihiasi oleh tanaman hias,” kata Nizar. “Keberadaan bunga di pekarangan rumah juga menjadi poin penilaian dalam kategori pengelolaan lingkungan berbunga,” sambungnya.
Nizar berharap, kepala desa dapat mengimbau masyarakatnya untuk meningkatkan kreativitas dalam penataan lingkungan. Tidak hanya menempel dan menggantung pot bunga atau tanaman hias. Tetapi, bisa menata dan menghias pot bunga sedemikian rupa.
“Keberadaan bunga membuat lingkungan menjadi indah. Terlebih memanfaatkan limbah botol plastik atau kaleng cat menjadi benda yang bermanfaat,” ujarnya. “Tapi, keberadaan lingkungan berbunga tidak akan meraih nilai maksimal apabila kampungnya tidak aman,” sambungnya.
Kasubdit Pembinaan Polisi Masyarakat (Binpolmas) Polda Banten AKBP Lilik Supratman menambahkan, untuk mewujudkan kampung aman, butuh peran serta masyarakat. Kemudian, keberadaan poskamling menjadi salah satu unsur penting keamanan lingkungan.
“Mudahan-mudahan, masyarakat Kecamatan Kibin dan Cikande bisa paham serta menjaga keamanan dan kebersihan lingkungannya masing-masing,” harapnya.
Usai acara, Camat Cikande Mochamad Agus mengatakan, sosialisasi ini sangat positif. Bisa memotivasi kepala desa dan masyarakat untuk terlibat aktif mengikuti LKBA 2020.
“Pada 2019 masyarakat masih belum ada bayangan untuk lomba ini. Maka dari itu, tahun lalu, ada kepala desa kami yang kurang maksimal dalam perlombaan ini,” ucapnya.
Agus berharap, kepala desa se-Kecamatan Cikande lebih maksimal dan lebih serius mengikuti LKBA. Untuk meraih hasil maksimal, perlu keterlibatan semua komponen masyarakat.
“Pada dasarnya, ini lomba massal. Tidak bisa hanya satu komponen (masyarakat-red) saja yang bergerak,” terangnya.
Pada bagian akhir, Camat Kibin Imron Ruhyadi menjelaskan, LKBA 2020 melibatkan semua RW. Sehingga, diharapkan bisa lebih meriah dari tahun sebelumnya. Namun, terpenting adalah partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk bisa memaksimalkan kegiatan. Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. (fdr-dylan zetizen/don/ags)










