TAKTAKAN – Penataan lingkungan tak harus mahal. Tak harus butuh banyak biaya. Warga RT 02 RW 04, Lingkungan Cori, Kelurahan Taktakan, pun memilih bambu untuk mempercantik lingkungannya. Bilah bambu akan digunakan untuk memagari jalan. Warga melakukannya untuk menyambut Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.
“Alhamdulillah, warga kami punya banyak pohon bambu,” kata Warga RT 02 RW 04, Lingkungan Cori, Armaja kepada Radar Banten, Sabtu (14/3).
Bilah bambu yang akan dicat warna-warni ini akan dipasang di pinggir jalan lingkungan sepanjang sekira 200 meter. Jalan ini sudah rusak. Namun dengan pemagaran, menurut Armaja, setidaknya akan mengurangi salah satu kekurangan di Lingkungan Cori. “Kita usahakan supaya kelihatan rapi lah,” harapnya.
Dinding rumah warga di pinggir jalan juga akan dihias. Armaja menuturkan, warga berencana membuat gambar bermuatan lokal seperti lukisan petani sedang mencangkul dan sedang memanen padi. “Soalnya, di Lingkungan Cori kan banyak pertanian, jadi disesuaikan biar ada ciri khasnya,” tuturnya.
Soal kebersihan lingkungan, Armaja mengakui, belum bisa dilaksanakan oleh warga. Pengurus lingkungan masih kesulitan mengajak warga bergotong royong membersihkan lingkungan karena pembangunan masjid di RT 02 RW 04, Lingkungan Cori, sejak tahun lalu belum selesai.
“Jadi fokus gotong royongnya ke pembangunan masjid dulu,” ujar Armaja.
Kendati demikian, Armaja akan berusaha mengatur jadwal gotong royong bersama warga. Misalnya, setiap hari Senin sampai Jumat untuk gotong royong membangun masjid. Hari Sabtu dan Minggu, untuk membenahi dan membersihkan lingkungan.
“Insya Allah bisa. Warga juga bakal semangat kalau untuk kebaikan bersama mah,” ucap Armaja.
Salah satu tokoh masyarakat Lingkungan Cori, Ahmad Zubaidi, menambahkan bahwa poskamling di lingkungannya perlu dicat ulang. Jadwal ronda malam juga belum dibuat sehingga sistem keamanan lingkungan (siskamling) berjalan. Pasalnya, kasus babi hutan masuk permukiman masih kerap terjadi di RT 02 RW 04, Lingkungan Cori.
“Kadang, babi itu nyeruduk kaca, merusak, dan meresahkan warga,” ungkap Zubaidi.
Ia mengaku senang dengan keikutsertaan lingkungannya pada ajang LRLA. Menurutnya, lomba ini bisa menambah kekompakan dan kepedulian warga terhadap lingkungan.
“Gotong royong masih aktif. Kalau dilombakan kayak gini kan pasti tambah semangat,” pungkas Zubaidi. (mg06/don)










