TAKTAKAN – Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 telah dimulai. Pengurus dan warga RT 02 RW 05, Lingkungan Tibasurah, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, pun sepakat untuk menyulap permukiman mereka menjadi lingkungan pelangi.
“Konsepnya sudah saya pikirkan matang. Saya mau bikin jadi lingkungan pelangi,” tegas Ketua RT 02 RW 05, Lingkungan Tibasurah, Subendi kepada Radar Banten di Kantor Kelurahan Taktakan, Sabtu (14/3).
Konsep lingkungan pelangi menjadi pilihan, karena menurut Subendi, kondisi jalan di lingkungannya sudah bagus. Juga, karena banyak dinding rumah warganya masih polos. Cat tembok yang digunakan warga masih satu warna dan didominasi warna putih.
Untuk merealisasikan rencananya, jelas Subendi, jalan hotmix di lingkungan yang dihuni oleh sekira 70 kepala keluarga (KK) ini akan dicat dan dihiasi gambar tiga dimensi (3-D). Jalan yang akan digunakan untuk mengaplikasikan lingkungan pelangi ini menanjak sepanjang sekira 200 meter.
“Jadi kalau kelihatan dari bawah bagus. Kayak pelangi,” ujarnya.
Dinding-dinding rumah warga RT 02 RW 05, Lingkungan Tibasurah, pun akan diubah menjadi lebih indah dan semarak. Dinding-dinding rumah warga akan penuh warna. Dihiasi gambar animasi. Pagarnya pun dicat dengan beberapa warna. Rencana ini, menurut Subendi, telah dikoordinasikan dengan warganya. Terutama pemilik rumah.
Untuk menambah kesan semarak, sambung Subendi, pihaknya juga akan mendirikan gapura di jalan masuk RT 02 RW 05, Lingkungan Tibasurah. “Insya Allah, nanti lingkungannya bakal berwarna,” ungkapnya.
Konsep lingkungan pelangi ini, Subendi menargetkan, akan dimulai pengerjaannya pada hari Minggu (22/3). Warga akan bergotong royong dengan mengawali membersihkan lingkungan.
“Langkah pertama kita akan bersihkan selokan dulu. Sudah banyak rumput ilalang,” ujar Subendi. Untuk itu, lanjutnya, pengurus RT 02 RW 05, Lingkungan Tibasurah, masih menunggu anggaran dari Pemerintah Kelurahan Taktakan senilai Rp5 juta.
Disinggung tentang permasalahan sampah, Subendi mengakui, telah tertangani. Sampah rumah tangga di lingkungan ini telah dikelola dengan cukup baik. Warga menyerahkan sampahnya kepada petugas kebersihan. Setiap bulan, warga membayar iuran sampah sebesar Rp15.000. “Pengangkutannya seminggu dua kali,” jelasnya.
Lurah Taktakan Erlinawati menambahkan bahwa pihaknya sudah menganggarkan Rp5 juta untuk enam RT. Dengan dana stimulan itu, ia berharap, warga bisa menata kampungnya sehingga menjadi lebih resik dan aman. “Kami coba kembalikan semangat gotong royong warga untuk menata kampung,” katanya.
Erlinawati mengaku sudah menyosialisasikan LRLA kepada warganya. Pihak kelurahan memanfaatkan setiap momen kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian dan peringatan Isra Mikraj. “Semoga warga kompak dan semangat menata kampung,” harapnya. (mg06/don)










