SERANG – Pemerintah mengumumkan per 18 Maret 2020, ada 227 kasus positif corona di Indonesia. Dari angka itu, 11 pasien sembuh dan 19 pasien meninggal dunia. Sementara di Banten, ada dua pasien yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan yang meninggal.
Pasien yang meninggal dunia bukan semata disebabkan oleh virus corona (Covid-19). Namun virus itu memperparah penyakit bawaan si pasien.
Dokter Spesialis Paru di RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang (RSDP) dr Erfin Muhapril mengatakan, berdasarkan laporan pasien Covid-19 yang meninggal di Tiongkok dan daerah lain, pasien disertai dengan penyakit bawaaan yang kronis. Mulai dari penyakit paru-paru kronis, jantung, hingga ginjal kronis. Komplikasi itu yang membuat pasien makin melemah.
Begitu pun dengan pasien warga negara asing (WNA) dengan identitas nomor 25 meninggal dunia bukan semata-mata disebabkan oleh virus corona. Pasien itu dirawat di rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat karena mengidap penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.
Kata Erfin, pasien yang tidak disertai penyakit kronis berpotensi besar dapat disembuhkan. “Kalau pasien tidak ada penyakit penyertanya, dia bisa membentuk pertahanan tubuh untuk melawan virus itu,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (18/3) malam.
Pasien yang dinyatakan sembuh sudah melalui berbagai perawatan intensif yang dilakukan pada beberapa penyakit yang kronis. “Jika kemudian ada perbaikan pada penyakit yang kita rawat, kemudian hasil swab tenggorokannya negatif pada hari ke-14, maka pasien dinyatakan sembuh,” ujarnya.
Menurut dia, virus Covid-19 jika dibandingkan dengan virus lain tidak lebih berbahaya. Seperti virus mers, sars, flu burung, dan virus lain. Hal itu bisa dilihat dari tingkat kematian pasien. “Kalau kita lihat dulu, ketika wabah virus mers, sars, dan flu burung, tingkat kematiannya lebih tinggi dari yang sekarang (corona-red),” terangnya.
Meski demikian, kata dia, proses penularan jenis virus-virus itu sama. Yakni, melalui percikan ludah, batuk, hingga bersin. Jangkauannya hingga satu meter. “Tapi, kalau kita bandingkan, angka kematian dari Covid-19 tidak lebih tinggi dari virus lainnya,” jelasnya.
Kendati demikian, Erfin meminta masyarakat untuk tetap waspada pada virus Covid-19. Yakni, dengan menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan setelah kontak dengan barang, dan membatasi diri dengan keramaian. “Menghindari kerumunan seperti menghadiri pertemuan-pertemuan yang sifatnya massal, meskipun terpaksa maka di tempat tersebut sebaiknya menggunakan masker,” katanya.
Yang lebih penting, kata dia, masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh karena daya tahan tubuh yang sehat meminimalisasi penyebaran virus. “Menjaga daya tahan tubuh dan stamina kita lebih utama,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, ada empat pasien dalam pengawasan sembuh setelah menjalani perawatan selama 14 hari di rumah sakit. Mereka dapat sembuh karena daya tahan tubuh yang semakin membaik dari hari ke hari. “Harusnya semua bisa sembuh. Tergantung daya tahan tubuh saja,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (18/3).
Pasien yang sembuh ini merupakan warga Kecamatan Kelapadua, Pagedangan, dan Curug. Kata Hendra, agar sembuh dari virus corona dengan mengisolasi diri dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. “Selama 14 hari virusnya akan hilang sendiri. Jadi sangat penting untuk isolasi diri di rumah. Selain itu, harus rajin olahraga minimal 30 menit sehari, makan teratur, dan jangan begadang. Jadi tidur ideal dari jam 10 malam bangun jam 5 pagi,” ungkap Hendra.
Sementara itu, berdasarkan situs info corona Pemprov Banten yakni https:/infocorona.bantenprov.go.id/ per 18 Maret pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Banten sebanyak 144 orang. Dari jumlah itu 93 masih dipantau dan 51 orang sembuh.
Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 30 orang, yang lima di antaranya sembuh dan 25 sisanya masih dirawat. Jumlah ODP maupun PDP mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.
Sedangkan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Banten yakni 10 kasus positif yang tersebar di Kabupaten Tangerang lima orang, Kota Tangerang satu orang, dan Kota Tangerang Selatan empat orang. Dari jumlah itu, dua orang di Kota Tangerang Selatan meninggal dunia, selebihnya masih dirawat. (jek-nna-mg04/alt/ags)









