SERANG-Selama tujuh bulan sejak 1 Januari – 24 Juli 2021, di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 572 kejadian.
Jumlah itu lebih tinggi sekitar 30 % frekuensi kejadiannya dibandingkan dengan bulan Januari-Juni 2020 yaitu 416 kejadian gempabumi.
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang BMKG Suwardi mengatakan, sebaran pusat gempabumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat.
“Gempabumi dengan kekuatan 3 ≤ M < 5 dominan terjadi yaitu sebesar 55% (290 kejadian) diikuti gempabumi dengan kekuatan M < 3 sebesar 43% (227 kejadian) dan 2% (12 kejadian) gempabumi dengan kekuatan M ≥ 5 pada periode tersebut,” katanya kepada Radar Banten, Senin (26/7/2021).
Berdasarkan kedalamannya, gempabumi pada periode tersebut didominasi oleh gempabumi dangkal (h<60 km) sebesar 89% (471 kejadian) sedangkan di kedalaman menengah (60 km ≤ h < 300 km) sebesar 11% (57 kejadian) dan di kedalamani dalam (h ≥ 300) sebesar 0.2% (1 kejadian).
“Dari 572 gempabumi yang terjadi ada delapan gempabumi dirasakan di wilayah Banten dan sekitarnya,” pungkasnya. (A Lutfi)










