Selain untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, investasi juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Hanya saja, terkadang investasi seringkali dinomorduakan karena dianggap terlalu mahal dan tidak cocok untuk pekerja bergaji UMR.
Menurut Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto, dalam berinvestasi, yang paling penting dibutuhkan niat dan tanggung jawab. Sehingga, pihaknya memberikan tujuh tip yang bisa digunakan untuk berinvestasi dengan modal gaji UMR.
’’Sebenarnya gaji UMR dan bukan UMR bukan masalah. Investasi itu earlier you do better,” kata Raymond dalam keterangannya sebagaimana dilansir JawaPos.com, Senin (30/8).
Raymond menyebutkan tipnya, yaitu:
Tentukan Tujuan
Niat tentu tidak akan terpancang kuat kalau tidak punya tujuan. Untuk memberikan dasar yang kuat pada niat dan membuat semakin yakin dalam berinvestasi, harus menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuannya bisa apa saja, tergantung apa yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.
’’Misalnya, Anda berencana membeli rumah dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, membeli motor tahun depan, atau bahkan pensiun dini. Apa pun alasannya tidak masalah, yang penting tujuan tersebut masuk akal dan tidak di luar nalar serta berkaitan dengan finansial. Tetapkan pula jangka waktu yang Anda inginkan, sehingga tujuan Anda lebih mudah untuk diukur,” tuturnya.
Buat Perencanaan
Setelah tahu apa tujuannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan, kini saatnya membuat perencanaan. Hitung dengan baik berapa take-home pay, di luar dari upah lembur. Lalu, alokasikan dana tersebut sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan.
’’Setiap orang punya caranya masing-masing tergantung kebutuhannya. Oleh sebab itu, kebutuhan hidup boleh saja memiliki porsi terbesar. Namun, sisanya harus ada yang dialokasikan untuk investasi atau menabung,” ungkapnya.
Siapkan, Bukan Disisihkan
Agar investasi dapat berjalan lancar, harus menyiapkan alokasi dana khusus untuk investasi. Jangan menunggu hingga gaji bulanan tersisa baru berinvestasi. Selain biasanya tidak benar-benar berhasil, justru jadi menunda apa yang sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat.
Harus membiasakan diri untuk disiplin. Jangan mengurangi besaran tabungan atau investasi yang semestinya anda siapkan. Tetapi, Anda boleh berinvestasi dengan nominal yang lebih besar, hanya apabila memang Anda tengah memiliki uang lebih. Jangan sampai investasi Anda justru mengganggu cash flow Anda.
’’Kita bisa siapkan uang sesedikit apa pun atau nama lainnya adalah strategi DCA (Dolar Cost Average) lalu beli aset kripto. Misalnya Bitcoin, itu kan, sudah King of Crypto, beli sedikit-sedikit dengan strategi DCA. Nanti tanpa kita sadari, setelah dua–tiga bulan, kita akan merasa harganya sudah lebih tinggi,” jelasnya.
Belajar
Investasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Apa pun jenis asetnya, diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aset tersebut, baik secara fundamental maupun analisis. Hal ini dibutuhkan agar bisa menentukan strategi investasi yang tepat sesuai dengan tujuan.
’’Selain itu, dengan memiliki wawasan atau edukasi yang mumpuni, Anda juga jadi lebih matang ketika berinvestasi. Anda bukan hanya mengerti keuntungan yang akan diterima, tetapi juga risiko yang ada. Investasi jadi dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, Anda jadi tidak mudah tertipu oleh scam yang mengatasnamakan investasi,” imbuhnya.
Cari Penghasilan Tambahan
Setelah menetapkan tujuan, memilih strategi dan model investasi yang sesuai, belajar soal investasi dan jenis-jenis instrumennya, kini saatnya mengandalkan gaji sebagai modal berinvestasi. Namun, ketika gaji saja tidak cukup, bisa melakukan pekerjaan tambahan untuk memperoleh penghasilan lebih.
’’Misalnya dengan membuka jasa terjemahan, jasa les, menjadi freelance, atau berjualan online. Dengan cara ini, modal investasi Anda juga jadi semakin besar, imbal hasilnya juga bisa jadi semakin menarik,” ujarnya
Berhemat
Menahan godaan untuk tidak belanja tentu sulit. Tetapi, kalau ingin berinvestasi dengan nyaman dan aman, harus mau dan mampu berhemat. Kencangkan ikat pinggang dan jangan sampai goyah. Bisa membiasakan diri dengan membawa botol minum dan bekal pribadi ketika bepergian. Serta, harus mengurangi kebiasaan untuk jajan atau membeli barang-barang yang kurang diperlukan.
Pilih Investasi yang Paling Sesuai
Terakhir dan yang tak kalah penting, harus memilih instrumen investasi yang paling sesuai. Bisa memulai investasi dalam bentuk konvensional seperti tabungan, membeli reksa dana atau obligasi, membeli saham, atau yang saat ini tengah populer adalah kripto. Kripto bisa jadi salah satu instrumen yang memiliki imbal hasil investasi yang cukup baik dan dapat diakses dengan mudah. Di Zipmex sendiri, Anda bisa memulai investasi Anda mulai dari Rp 100 ribu dan membeli kripto mulai Rp10 ribu. (jpc/bie)










