LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Berawal dari keinginan untuk memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah, Agum, warga Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berhasil mengembangkan usaha budidaya jamur tiram.
Usaha ini tidak hanya menguntungkan secara finansial bagi Agum, juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
Agum bersama dua temannya mulai menekuni budidaya jamur tiram sejak tahun 2024. Dengan modal awal patungan, ia membangun kumbung kecil dari bambu dan plastik sederhana. Siapa sangka, dari usaha kecil-kecilan itu, kini Agum bisa meraup omzet jutaan rupiah per bulan.
“Awalnya iseng aja, karena lihat banyak yang tanam jamur di daerah lain. Saya coba-coba sendiri, bersama teman yang lain. Ternyata hasilnya lumayan,” ujar Agum di lokasi budidaya jamur tiramnya, Selasa, 23 April 2025.
Sehari, Agum mampu memanen sekitar 20 hingga 25 kilogram jamur tiram. Jamur-jamur ini ia pasarkan ke pasar tradisional, pedagang jamur krispi, warung makan, serta beberapa toko sayur di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya. Ia juga menerima pesanan dari luar daerah melalui media sosial.
“Permintaan makin banyak, jadi saya tambah tempat dan rekrut beberapa warga buat bantuin. Sekarang ada lima orang yang kerja bareng saya, mulai dari proses pembuatan baglog sampai panen,” jelas Agum.
Diketahui, jamur tiram menjadi bahan olahan kuliner, seperti keripik jamur dan jamur crispy beku. Produk-produk olahan jamur dijual secara daring.
Menurut Agum, kunci keberhasilan budidaya jamur tiram terletak pada kebersihan dan ketelatenan dalam merawat media tanam. Ia rutin melakukan perawatan harian dan menjaga suhu serta kelembapan kumbung agar tetap ideal untuk pertumbuhan jamur.
Pemerintah setempat pun mulai melirik usaha Agum sebagai contoh UMKM potensial.
Dinas Pertanian Kabupaten Lebak sudah beberapa kali mengajak Agum menjadi narasumber dalam pelatihan budidaya jamur tiram untuk pemuda desa.
“Saya ingin anak-anak muda juga bisa mandiri. Kalau ditekuni, budidaya jamur ini bisa jadi sumber penghasilan yang stabil,” tutur Agum.
Kisah Agum menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan inovasi, usaha sederhana bisa berkembang menjadi peluang ekonomi yang besar. Dari jamur tiram, ia tak hanya mengubah nasib sendiri, tetapi juga membantu kehidupan warga.
Editor: Aas Arbi











