SERANG – Asni (55) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kampung Masigit, RT 01, RW 03, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (31/8) siang. Korban tewas setelah dicekik istrinya sendiri Uliyah (56).
Polisi masih menyelidiki kasus yang menggegerkan ini.
“Kejadiannya tadi sekira jam dua lewat. Bapaknya (Asni-red) meninggal setelah dicekik istrinya,” ujar Lurah Mesjid Priyayi Titin Kurnia saat dikonfirmasi Radar Banten melalui sambungan telepon.
Titin mengaku, tidak mengetahui penyebab pasti keributan pasangan suami istri (pasutri) tersebut. Sebab, ia awalnya hanya mendapat informasi bahwa ada warganya meninggal di dalam rumah. “Biasalah pak (menyebut wartawan-red) mungkin masalah keluarga,” ujar Titin.
Dikatakan Titin, ia awalnya mendapat informasi kematian Asni dari warga. Dari informasi itu, ia lantas menghubungi anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kasemen. “Saya kontak Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk kasih tahu informasi kalau ada yang meninggal di dalam rumah,” ujar Titin.
Setelah menerima informasi tersebut, Titin juga mendatangi lokasi kejadian. Di lokasi, perempuan berhijab ini mengaku sempat berbincang dengan Uliyah. Menurut pengakuan Uliyah, suaminya yang terlebih dahulu melakukan penganiayaan. “Dia (Uliyah-red) dia cerita kalau ditonjok dan digigit,” ungkap Titin.
Saat digigit itulah, Uliyah sambung Titin melawan. Ia membalas dengan mencekik leher Asni. “Saya ditonjok mulutnya, digigit. Saya sakit kan bu ya (menyebut Titin-red), saya cekik,” kata Titin menirukan ucapan Uliyah.
Saat dicekik, Asni sempat berteriak dan meminta tolong. Namun, kendati Asni sudah berteriak dan minta tolong Uliyah tidak melepaskan cekikan hingga akhirnya korban lemas terkapar. “Sempat teriak minta tolong, warga ada yang dengar cuma pintu rumah dikunci. Warga enggak sempat tolong lagi,” kata Titin.
Dikatakan Titin, saat kejadian di dalam rumah hanya ada Asni dan Uliyah. Anak bungsunya saat ini sedang mengikuti kuliah kerja mahasiswa (KKM). “Tinggal bersama anak bungsunya, cuma anaknya itu lagi KKM. Untuk anak yang lain tidak tinggal di sana lagi karena sudah berkeluarga dan punya anak juga, tinggalnya sudah pisah,” kata Titin.
Dijelaskan Titin, polisi yang tiba di lokasi kejadian telah melakukan pemeriksaan terhadap Uliyah. Sementara jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang. “Belum dimakamkan (Selasa sore kemarin-red), mau diautopsi di rumah sakit informasinya,” kata Titin.
Sementara, Kapolsek Kasemen Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ugum Taryana, Selasa sore membenarkan kejadian tersebut. Namun, perwira pertama Polri itu mengaku belum dapat memberikan keterangan lantaran masih mendampingi anggota Sat reskrim Polres Serang Kota di lokasi kejadian. “Konfirmasi ke Polres saja ya,” ujar Ugum.
Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, dari proses pemeriksaan saksi, kasus tersebut mengarah kepada pembunuhan. “Kami lagi datangi TKP, kami mendapat informasi bahwa ada di dalam rumah ditemukan sesosok mayat yang sudah tua usia sekitar 55 tahun. Kami sedang mendalami (kasus-red), arahnya pidana pembunuhan,” tutur Maruli.
Namun Maruli belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Anggotanya sedang melakukan proses penyelidikan. “Apakah ini berkelahi dan sebagainya? anggota kami masih di TKP (belum dapat menyimpulkan-red),” tutur Maruli. (fam/alt)











