Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi industri e-commerce dan mendorong kesiapan pasar Indonesia pada sistem ritel yang omnichannel. Strategi ini menggabungkan kanal online dan offline mulai dari pembayaran, touch point penjualan, fulfillment & investaris, logistik dan pengiriman, enterprise resources planning (ERP), dan pelanggan.
Bahkan sistem dengan model bisnis lintas channel yang menghubungkan operasional bisnis online dan offline ini menjadi formula tepat pada masa yang akan datang.
Head of Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menjelaskan, e-commerce di Indonesia diproyeksikan masih terus bertumbuh hingga 21 persen pada tahun 2025 mendatang. Riset tersebut mengungkapkan, umumnya produk yang paling dicari dan dibeli adalah fesyen dan aksesoris. Untuk kanal dan promo belanja preferensi konsumen yaitu marketplace sejumlah 85,6 persen dan diikuti dengan social commerce dan website brand. Promo menjadi alasan utama konsumen menggunakan marketplace.
“Strategi omnichannel membantu brand meningkatkan penjualan dan menjangkau konsumen yang lebih luas dan beragam. E-commerce enabler seperti SIRCLO membantu brand menjadi omnipresent melalui integrasi dengan beragam industri,” ujarnya dalam webinar, Rabu (27/10), dikutip dari JawaPos.com.










