PERIUK– Ibu-ibu yang berada di perumahan Taman Jati Permai RT 004 RT 10 Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk Kota Tangerang menyulap lahan kosong menjadi lahan produktif. Lahan ditanami puluhan berbagai jenis pohon.
Kepada Radar Banten, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Perumahan Taman Jati Permai Yeni Mufriani mengatakan, sudah tiga tahun ibu-ibu yang berada di komplek ini, khususnya Rt 004 sangat kompak. Lahan tidur seluas 672 meter dibuat menjadi produktif. Mereka bersama-sama menanam pohon di lahan ini.
“Dari kekompakan ibu-ibu di sini maka kami namakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi yang terdiri dari komponen ibu-ibu yang tinggal di sini. Dan memang awalnya ini lahan tidak produktif, namun ketika Pandemi Covid-19 muncul, maka kebanyakan ibu-ibu kerjanya melalui di rumah, sehingga saking ada di rumah maka bertani di lahan ini menjadi solusi kebetean,” ujarnya, Minggu, 6/3/2022.
Yeni juga mengungkapkan, terdapat jenis tanaman yang ditanam KWT Pelangi di sini, mulai dari tanaman hias, sayur mayur, tanaman buah hingga berbagai jenis tanaman obat.
“Banyak juga dari tanaman ini yang sudah dijual, seperti tanaman sayur mayur ketika sudah mau dipanen, pembeli biasanya sudah berdatangan ke sini, dan memang market penjualannya kami menggunakan populasi grup WhatsApp,” kata Yeni.
Bukan hanya itu, Yeni juga menambahkan, lahan KWT Pelangi ini juga sering disambangi pejabat Pemerintahan Kota Tangerang, seperti Lurah Periuk, Camat Periuk, bahkan Wakil Walikota Tangerang Sachrudin pernah menyambangi lahan ini.
“Selain banyaknya jenis tanaman yang ada di sini, jika kita berswa foto atau sefie di sini, maka akan terlihat sangat indah dan Instagramable, kerena indah dari sudut mana pun,” pungkasnya.
Sementara, Pembina KWT Pelangi Epi Romlah menambahkan, selain menanam dan memelihara tanaman yang ada di lahan ini, KWT Pelangi juga melakukan kegiatan senam bersama satu minggu sekali. “Juga kami di sini fokus dengan kebersamaan antara sesama warga, dan selain itu juga, tanaman obat yang ada di sini bisa kami gunakan untuk keperluan pengobatan untuk warga,” tukasnya. (Mul)










