RANGKASBITUNG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 306 ekor hewan ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Lebak positif terjangkit Penyakit mulut dan kuku (PMK). Rinciannya 204 ekor sapi dam 102 kerbau. Sementara 2 ekor sapi mati akibat PMK.
PMK merupakan yang disebabkan oleh virus dengan angka kesakitan 100 persen yang ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi dan kulit di sekitar kuku dengan angka kematian tinggi pada hewan rentan muda/anakan.
“Ya, sudah diambil sampel (hewan terindikasi) hasilnya positif. Kalau sampel positif, enggak bakal jauh pasti positif (PMK),” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak Rahmat saat dihubungi Radar Banten, Selasa (28/6).
Ratusan hewan yang terjangkit PMK ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Wanasalam, Malingping, Rangkasbitung dan Kalanganyar.
“Ratusan ekor hewan yang terjangkit, kita obati dan dipantau sampai sembuh dan wajib isolasi selama 15 hari. Hewan yang terjangkit PMK juga wajib dipisahkan antara hewan yang sakit dengan yang sehat,” katanya.
Menurtnya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya PMK ke Lebak mulai dari menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan PMK hingga melakukan pengawasan kesehatan ternak ke sentra-sentra peternakan di 28 Kecamatan di Lebak.
“Pengawasan dan pemeriksaan ribuan hewan ternak seperti sapi, kerbau, domba dan kambing terus kita lakukan,” katanya.
Sementara itu Didi peternak kerbau di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar mengaku mulai resah hewan ternaknya akan terjangkit PMK. Karena itu, kesehatan hewan lebih diperhatikan terutama kebersihan kandang.
“Alhamdulilah sejauh ini kerbau-kerbau saya pada sehat. Sedikit ada gejala langsung diobati. Kebersihan lungkungan kandang juga lebih diperhatikan, khawatir juga terkena ternak kena PMK,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Agung SP











