SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga telur ayam broiler di pasaran Kota Serang melonjak hingga Rp33 ribu per kilogram. Pasokan telur yang minim lantaran turunnya populasi ayam petelur diduga sebagai pemicunya.
Ahmad, pedagang telur ayam broiler di Pasar Induk Rau (PIR), mengaku, harga jual telur sebelumnya Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram. Selasa (23/8), harga mendadak naik menjadi Rp32 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram. “Barangnya sulit. Jadi harganya naik Rp32 ribu. Ini rata terjadi di mana-mana bukan hanya di Serang,” tutur Ahmad kepada wartawan, Selasa (23/8).
Menurut Ahmad, minimnya pasokan telur dari distributor berpengaruh terhadap kenaikan harga. “Pasokannya sedikit. Ya dari sananya,” terangnya.
“Karena kami melayani masyarakat biasa. Jadi, kondisi ini sangat berpengaruh. Kami pengennya normal seperti biasa, barang ada, harga tetap murah,” tambah Ahmad.
Ami, pedagang nasi di Ciceri, Kecamatan Serang, mengaku membeli telur ayam Rp34 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram. “Saya beli Rp36 ribu kemarin, sekarang Rp34 ribu, jadi harganya naik turun minggu-minggu ini,” katanya.
Padahal menurut Ami, harga telur sebelumnya hanya Rp23 ribu per kilogram. Kondisi ini menyulitkan pedagang untuk menyiapkan salah satu komoditas tersebut karena khawatir tidak diminati. “Berhenti dulu beli, ini juga yang dijual, yang kemarin dibeli. Karena ada yang nanyain. Kalau disediakan terus, khawatir kaget karena naik harganya,” terangnya. “Kami mohon kepada pemerintah bisa menstabilkan harga, karena telur ini banyak diminati oleh pembeli. Karena memang, makan sama telur relatif terjangkau sama pembeli. Makanya, banyak diminati,” tambah Ami.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, dan Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang Wasis Dewanto menuturkan, harga telur ayam broiler dijual dipasar berkisar Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram. “Pertanggal 23 Agustus 2022, telur ayam broiler di Pasar Induk Rau Rp31 ribu, kemudian di Pasar Lama Rp32 ribu, dan rata-rata Rp31.667,” katanya.
Dia mengatakan, harga telur ayam broiler naik karena suplai barang kurang, sementara peminatnya banyak. Kondisi ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir. “Makanya jika sebentar lagi suplay normal maka harganya berkisar Rp23 hingga Rp24 ribu per kilogram,” jelasnya. “Kita lihat nanti tiga hari ke depan, apakah kondisinya masih sama, atau suplay sudah normal,” tambah Wasis.
Selain telur ayam, menurut Wasis kenaikan harga juga terjadi pada beras. “Sekarang beras dengan kategori IR KW I rata-rata berkisar Rp12.500 per kilogramnya, kemudian IR KW II Rp11 ribu, dan IR KW III Rp10 ribu per kilogram,” terangnya. (fdr/nda)











