CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ujian Akhir Madrasah Diniyah Awaliyah (UAMDA) tahun 2026 digelar serentak di seluruh Kota Cilegon.
Sebanyak 3.886 siswa dari 168 madrasah mengikuti ujian yang berlangsung sejak Senin, 4 Mei 2026, hingga Kamis, 7 Mei 2026.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon, Ahmad Jajuli mengatakan, pelaksanaan UAMDA tahun ini berjalan lancar di seluruh kecamatan.
Ujian tersebut merupakan agenda serentak tingkat Provinsi Banten yang diikuti oleh madrasah diniyah di berbagai daerah.
“Alhamdulillah sejak Senin, 4 Mei, kita sudah mulai pelaksanaan UAM tingkat provinsi. Di Kota Cilegon sendiri ada sekitar 168 madrasah yang ikut serta, dan semuanya sudah melaksanakan di masing-masing kecamatan,” ujar Jajuli, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian dibagi dalam beberapa rayon di tiap kecamatan guna memudahkan koordinasi.
Seperti di Kecamatan Cilegon terdapat lima rayon, sementara di Kecamatan Cibeber terdapat enam rayon.
“Setiap kecamatan dibagi menjadi beberapa rayon. Ini untuk memudahkan pengawasan dan pelaksanaan, yang semuanya dikawal oleh FKDT tingkat kota maupun kecamatan,” jelasnya.
Menurutnya, peserta UAMDA merupakan siswa kelas akhir Madrasah Diniyah Awaliyah, setara dengan kelas enam sekolah dasar.
Nantinya, para siswa yang lulus akan mendapatkan ijazah sebagai bukti telah menyelesaikan pendidikan diniyah.
“Ini setara dengan ujian akhir di SD. Nanti ada kelulusan dan ijazah. Harapan kami, Pemerintah Kota Cilegon bisa mendorong penerapan perda diniyah, sehingga ijazah ini dapat menjadi syarat saat mendaftar ke SMP atau MTs,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, Amin Hidayat mengapresiasi pelaksanaan UAMDA yang dinilai berjalan tertib dan terorganisir dengan baik.
“Alhamdulillah pelaksanaan UAM sejak kemarin berjalan dengan baik. Saya melihat FKDT dan para guru sangat kompak, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan rapi,” ujarnya.
Amin menambahkan, keberadaan madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam memperkuat pendidikan agama bagi siswa.
Ia berharap, lulusan diniyah dapat memiliki bekal keagamaan yang cukup untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
“Diniyah ini pendidikan nonformal yang dilaksanakan sore hari. Harapan kami, para lulusan bisa menguasai ilmu agama dan menjadi bekal saat melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono









