CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 12 peserta asal Provinsi Riau mengikuti Diklat Tally Mandiri oleh Tally Academy Banten dan Asosiasi Perusahaan Tally Mandiri Indonesia (APTMI) di Villa Taman Krakatau, Kota Cilegon.
Para peserta dilatih kemampuan menghitung dan mengukur pada kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan. Tally Academy yang diinisiasi oleh APTMI dan didukung Perusahaan Teknologi PT Pratama Data Simetris (Konsultan), membangun applikasi E-Tally guna membantu percepatan pelaksaanaan Tally di pelabuhan.
Direktur Utama PT Pratama Data Simetris Paulus Sihombing mengatakan, E-Tally menjadi pusat data statistik pergerakan logistik dan kargo di seluruh Pelabuhan Indonesia.
“Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama lima hari mulai 21 sampai 26 November 2022. Selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung instruktur profesional,” kata Paul kepada Radar Banten, Kamis (24/11).
Dijelaskan Paul, keberadaan usaha tally mandiri sudah dikuatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 171 Tahun 2022. Bahkan aturan teknisnya sudah dibuat Direktorat Perhubungan Laut (SE-DJPL Nomor 4 Tahun 2022).
Tally Mandiri, lanjutnya, merupakan kegiatan usaha jasa menghitung, mengukur, menimbang, dan membuat catatan mengenai muatan untuk kepentingan pemilik muatan dan/atau pengangkut.
“Sehingga untuk menjamin bahwa hitungan bongkar muat barang harus benar-benar sesuai dengan yang terjadi di pelabuhan. Bukan asal hitung,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTMI Ahmad Jony Marzainur SH menilai, keberadaan Tally bukan hanya untuk kepentingan APTMI, tetapi juga realisasi amanat Undang-undang.
“Maka selama lima hari ini, kami latih 12 peserta dari Riau terkait segala hal tentang Tally agar bisa diterapkan di perusahaan Tally di wilayahnya,” kata Jony.
Para peserta ini, lanjut Jony, merupakan para Tally Man dari berbagai perusahaan Tally di Provinsi Riau. Sebelumnya, Tally Academi Banten dan APTMI juga memberikan pelatihan kepada para Tally Man asal Jepara.
“Nanti selanjutnya bakal ada pelatihan untuk peserta dari Sulawesi juga,” ungkapnya.
Joni berharap, pemerintah pusat menjelaskan serta menyosialisasikan terkait fungsi Tally kepada para pengusaha bahwa keberadaan Tally Mandiri merupakan salah satu upaya dalam memajukan perekonomian negara yang sehat dan transparan. *
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: Ahmad Lutfi










