JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID-Sosok Ridwan Saidi semasa hidup kerap disebut sebagai “ensiklopedia hidup” yang berbicara sejarah bangsa Indonesia.
Hal ini dikatakan oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang sempat melayat ke rumah duka di Jalan Merak 2, Blok N3, No 31 Bintaro Jaya 1, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu 25 Desember 2022.
Muzani mengatakan, almarhum Babe Ridwan Saidi bisa menceritakan setiap episode sejarah bangsa Indonesia. Selain memberikan kesaksian tentang berbagai macam sejarah bangsa, almarhum juga berbicara tentang perspektif umat Islam Indonesia dari berbagai sisi.
“Beliau adalah orang yang sangat menguasai sejarah. Beliau adalah ensiklopedia hidup yang bisa menceritakan setiap episode sejarah bangsa Indonesia. Dan hari ini beliau wafat di usia 80 tahun,” ucapnya.
Menurut Muzani, almarhum Ridwan Saidi juga dikenal luas karena menggeluti profesi sebagai politisi, aktivis, seniman, penulis dan terakhir sebagai budayawan.
“Dan saya kira itu adalah perjalanan hidup yang luar biasa. Tidak banyak tokoh yang terus menerus memberikan pengabdian seperti beliau,” ungkapnya.
“Semua orang kehilangan atas kepergian beliau,” tambahnya.
Sementara itu mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengenang almarhum Ridwan Saidi sebagi sosok yang lengkap.
“Saya kira kita kehilangan tokoh besar yang mempunyai banyak sekali pengalaman hidup di dunia politik, kebudayaan, kesenian, sejarah dan lain-lain. Beliau juga berteman dengan aktivis, organisator, politisi dan anggota dewan,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, Ridwan Saidi juga menjadi pelaku sejarah yang menyaksikan peristiwa besar di tanah air sejak tahun 50-an sampai tahun 2022. “Seorang intelektual yang selalu terlibat di dalam persoalan bangsa,” ujarnya.
Fadli sendiri mengaku memiliki sejumlah buku karangan almarhum, berikut piringan hitam lagu keroncong almarhum dan novel almarhum.
“Jumlah buku beliau lebih dari 100. Beliau juga meluncurkan lagu Keroncong dan menulis novel. Seorang yang multitalenta,” ungkapnya
Reporter: Syaiful Adha.











