RADARBANTEN.CO.ID – Dalam menyambut bulan Ramadan, beberapa daerah muslim merayakannya dengan cara yang berbeda-beda.
Beberapa tradisi dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan.
Tak ketinggalan, warga Banten juga memiliki tradisi dalam menyambut bulan Ramadan.
Provinsi Banten yang dikenal dengan daerah seribu kyai dan sejuta santri ini, tentu memiliki tradisi untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Dengan mayoritas masyarakat muslim yang kental dengan ajaran Islam, masyarakat Banten tak pernah melewati tradisi dalam menyambut bulan Ramadan.
Tradisi munggahan merupakan tradisi dalam menyambut bulan Ramadhan yang dilakukan oleh masyarakat Banten. Kata munggahan berasal dari kata munggah yang memiliki arti naik atau berpindah. Dalam artian berpindah ke ketempat yang lebih baik. Dengan dianalogikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang paling mulia.
Dalam tradisi munggahan yang dilakukan oleh masyarakat Banten, terdapat beberapa kegiatan. Di setiap daerah di Banten mengartikan munggahan dengan berbagai cara. Berikut tradisi masyarakat Banten dalam menyambut bulan Ramadhan.
- Bancakan
Tradisi munggahan bisa dilakukan dengan mengadakan makan-makan Bersama dengan porsi yang lebih besar atau bancakan. Biasanya masyarakat Banten akan mengadakan kegiatan masak-masak Bersama keluarga atau tetangga sekampung.
Dalam melakukan bancakan, biasanya masyarakat Banten memilih lauk yang sederhana mulai dari tempe, tahu, ikan asin, sambal, sayur asem hingga nasi liwet.
Selain menu yang sederhana, penyajiannya pun cukup sederhana. Hanya beralas daun pisang yang dijejerkan sebagai piringnya. Meski sederhana, kegiatan bacakan selalu menjadi momen yang sangat menyenangkan dalam menyambut bulan Ramadhan. Biasanya kegiatan ini akan dilakukan sehari sebelun bulan Ramadhan tiba.
- Bersih-bersih
Tradisi munggahan selanjutnya yaitu melakukan bersih-bersih. Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, masyarakat Banten selalu melakukan bersih-bersih.











