SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menggulirkan lima program khusus untuk menjalankan gerakan nasional revolusi mental.
PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) RI.
Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin mengatakan, ada lima program yang dijalankan, di antaranya, Jumat Bersih, makan sehat, pelatihan koperasi, penanaman pohon, hingga pelatihan keadaban digital.
“Kelima kegiatan ini sesungguhnya sifatnya lebih memotivasi, karena memang sebenarnya Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan secara otomatis memang terkait dengan lima kegiatan itu dalan kesehariannya,” ujarnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Muhammadiyah dengan salah satu program pemerintah, yaitu revolusi mental.
“Sehingga penanaman revolusi mental itu dalam bentuk kegiatan-kegiatan nyata di masyarakat, wujudnya dalam bentuk lima kegiatan itu,” katanya.
Ia mengaku, kegiatan ini tidak hanya dilakukan di Provinsi Banten. Melainkan di beberapa daerah seperti Palangkaraya Kalimantan Tengah, Kota Tegal di Jawa Tengah, dan Jember di Jawa Timur.
“Kebetulan secara seremonial dilakukan oleh Muhammadiyah bekerja sama dengan Kemenko PMK,” ujarnya.
Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Serang, Nani Abdulgani mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PP Muhammadiyah dan Kemenko PMK RI.
“Kami selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Serang yang menjadi tuan rumah dalam aksi penanaman pohon, Jumat Bersih, soal stunting, dan pembinaan terhadap koperasi,” ucapnya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan dan lebih ditingkatkan kembali.
“Kegiatan yang sebetulnya dimaknai dengan hikmah yang amat besar seperti penanaman pohon, bukan sekadar menanam pohon saja, tetapi itu simbol kita harus bisa menanam dan melindungi pohon tersebut karena pohon itu yang bisa menyerap segala bentuk yang mungkin mengakibatkan banjir,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











