SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tak pernah terlintas dalam pikiran Sawiri (60) bakal mendapatkan hadiah sepeda motor dari jalan sehat HUT ke-23 Radar Banten pada Minggu, 6 Agustus 2023.
Sawiri berprofesi sebagai penggali kubur di Kota Serang.
Sawiri merupakan warga Sempu Kelapaendep, RT 02 RW 16, Kelurahan Cipare, Kota Serang, yang ikut menjadi peserta jalan sehat HUT ke-23 Radar Banten.
Sawiri mengaku, dirinya mendapatkan satu tiket jalan sehat tersebut yang diberikan dari tetangganya.
Tanpa pikir panjang, Sawiri pun ikut bersama rombongan warga Sempu lainnya untuk mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan di Alun-alun Barat Kota Serang.
“Tiket ini dikasih dari tetangga saya ini. Saya ngikut aja sama warga lain buat jalan sehat di Alun-alun katanya,” ujarnya saat melakukan pengambilan hadiah di Graha Pena Radar Banten, Jalan Kolonel Tb Suwandi, Kota Serang, Senin, 7 Agustus 2023.
Di balik keceriaannya saat pengambilan hadiah tersebut, ternyata ada kisah pilu yang dihadapi oleh Sawiri untuk menghidupi istri dan tiga anaknya setiap hari.
Sawiri mengatakan, dirinya merupakan seorang penggali kubur apabila ada warga di lingkungannya membutuhkan jasanya.
Pendapatan Sawiri pun tak menentu dari hasil gali kubur tersebut. Sawiri mengaku, tidak pernah mematok tarif untuk satu kali menggali kubur atau seikhlasnya.
“Pendapatan tidak tentu karena kan gali kubur tidak setiap hari. Misalnya ada warga di Sempu yang meninggal keluarganya minta galiin kubur, itu biasanya dapat Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sekali. Saya tidak mematok harga sih, yang penting seikhlasnya aja dikasihnya,” ujar Sawiri tersedu-sedu.
Untuk menutupi kehidupannya tersebut, Sawiri tak bisa mengandalkan penghasilan dari gali kubur saja. Ia juga sering mengumpulkan plastik air botol mineral bekas untuk dijual kembali.
“Selain gali kubur saya juga ngerongsok, ngumpulin plastik bekas begitu, botol air minum. Nanti saya jual ke tukang kilo rongsoknya,” katanya.
Dari hasil rongsoknya itu pun ternyata belum bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya. Bahkan, tiga anak Sawiri juga terpaksa putus sekolah di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) karena kekurangan biaya.
“Saya jual setiap dua bulan, itu dapat Rp 100 ribu lumayan aja kan buat kehidupan kita sehari-hari. Saya punya tiga anak, semua berhenti terakhir SMP semua karena tidak ada biaya. Sekarang ya pada nganggur juga, tapi kadang ngikut saya juga gali kubur juga,” ucapnya.
Ia bersyukur terpilih menjadi salah satu peserta yang mendapatkan hadiah satu buah sepeda motor listrik dari Walikota Tangerang untuk peserta jalan sehat HUT ke-23 Radar Banten.
“Sangat bersyukur alhamdulillah ini rezeki dari Allah SWT. Terima kasih Radar Banten, semoga terus berjaya,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwansono











