TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberi pesan menohok kepada para tenaga honorer usai demo yang gagal terlaksana pada Senin 7 Agustus kemarin.
Di hadapan para tenaga honorer, Benyamin menegaskan tidak ada pemecatan honorer, karena secara perlahan mereka akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau P3K.
Mendengar penegasan itu, sejumlah honorer menyela pidato Benyamin dengan berteriak “Takbir”. Merasa kesal pidatonya disela, Benyamin menegaskan honorer tersebut untuk diam.
“Diam! Dengarkan saya. Walikota sedang bicara. Tidak perlu Takbir, saya juga orang Islam. Presiden menegaskan bahwa tidak akan ada pemecatan massal bagi mereka yang sekarang berstatus tenaga kerja sukarela,” tegas Benyamin saat apel pagi, Senin 7 Agustus 2023.
Benyamin melanjutkan, bahwa secara berangsur tenaga honorer yang ia sebut sebagai tenaga kerja sukarela akan diangkat menjadi P3K, namun mengingat kondisi keuangan negara saat ini, maka pengangkatan P3K diprioritaskan untuk mereka yang bekerja sebagai guru dan tenaga kesehatan.
“Saya sudah melantik ribuan tenaga guru dan tenaga kesehatan, kenapa demikian? Karena jumlah mereka yang paling banyak,” ujar Benyamin.
Benyamin menjelaskan, Pemerintah Kota Tangsel tidak mungkin bisa berjalan jika tidak dibantu oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah ada saat ini.
Menurutnya jumlah ASN di Tangsel mencapai 4.571 orang dan tenaga honorer yang terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN) jumlahnya 8.696 orang serta honorer yang tidak terdata jumlahnya 2016.
“Jadi jumlahnya kurang lebih 10 ribuan. Kalau jenis kepegawaian ini akan dihapuskan, bukan berarti personelnya atau orang-orangnya bubar, bayangin pemerintah akan kerja seperti apa? Kalau 10 ribu orang ini akan saya berhentikan. Dengan siapa saya akan bekerja? pakai logika,” ujar Benyamin. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











